
Bandung Jadi Tuan Rumah Kompetisi Sepak Bola Special Olympics South East Asia 2025
Bandung akan menjadi tuan rumah dari Special Olympics South East Asia Football Competition 2025. Acara ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan terhadap atlet disabilitas intelektual yang memiliki potensi luar biasa dalam bidang olahraga. Gelaran ini diharapkan mampu memberikan wadah bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat regional.
Rencananya, seluruh pertandingan akan digelar di Stadion Sidolig, Bandung, pada tanggal 10 hingga 15 November 2025. Tim nasional Indonesia A akan diwakili oleh Special Olympics Indonesia (SOIna) Bandung. Pada Jumat, 7 November 2025 sore, tim tersebut resmi dilepas di Stadion Sidolig.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari total pemain yang dipersiapkan, sebanyak 14 pemain putra dan 11 pemain putri telah terpilih. Mereka adalah atlet berkebutuhan khusus yang melewati proses seleksi ketat. Ketua SOIna Bandung, Abdul Karim, mengakui bahwa pemilihan pemain dan persiapan dilakukan dengan banyak tantangan.
"Ya tentu tantangannya selalu ada, karena tidak semudah melatih pemain Persib. Kita dari nol, bukan mereka sudah jadi, misalnya pemain-pemain belian, ini dari nol, dari yang enggak bisa nendang bola ke bisa nendang bola, itu yang harus kita perhatikan," ujar Abdul Karim saat diwawancara di Stadion Sidolig, Jumat, 7 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa butuh kesabaran ekstra dalam melatih atlet-atlet ini. "Contoh atlet yang dalam tanda kutip normal. Dipinta lakukan sesuatu sepuluh kali, atlet ini belum tentu. Perlu tingkat kesabaran yang luar biasa, pelatihannya tidak bisa misalnya latihan hari ini lalu berhenti seminggu ya tidak bisa. Harus berkesinambungan," tambahnya.
Di ajang Special Olympics South East Asia Football Competition 2025, Abdul Karim berharap Indonesia dapat memberikan prestasi yang membanggakan. Selain itu, ia juga berharap adanya kompetisi berjenjang yang bisa memberi kesempatan kepada para pemain ini menjadi wakil Indonesia di kompetisi yang lebih tinggi.
"Tentu kita berharap, kegiatan ini tidak di sini saja, kan masih ada di luar negeri dan sebagainya. Kalau memang atlet ini bisa berprestasi ya kenapa tidak kita kirim ke luar negeri," lanjut dia.
Pendekatan Khusus dalam Pelatihan Atlet
Manajer tim SOIna, Sipat, menyebut bahwa untuk bisa merangkul pemain dengan disabilitas intelektual ini diperlukan kesabaran. Pendekatannya pun tentu saja harus disesuaikan agar pemain percaya terhadap pelatih.
"Karena anak-anak ini anak-anak yang istimewa, maka penanganannya juga harus istimewa. Jadi saya jujur jarang ngobrol sama mereka, tapi cara pendekatannya itu saya kasih sesuatu," jelas Sipat.
Menurut Sipat, ada dua jenis respons dari atlet saat pertama kali didekati. "Jadi tipenya ada dua, pas saya dekati mereka malu-malu, kedua itu curiga. Tetapi setelah saya kasih sesuatu dan sebagainya, tanpa banyak bicara mereka membaca ini orang baik. Setelah itu kena hatinya, disuruh apa saja anak itu mau," tambahnya.
Dukungan dari Pemerintah Kota Bandung
Agenda pelepasan Timnas A SOIna ini juga dihadiri oleh Sekdispora Kota Bandung, Hendi Maulana Yusup. Dia menyambut baik terselenggaranya event internasional di Bandung karena ini bisa mendongkrak sport tourism.
"Ini akan mendorong pertandingan-pertandingan atau event olahraga yang sifatnya daerah, nasional, dan internasional bisa diselenggarakan di Kota Bandung, salah satunya adalah event ini," pungkas Hendi.