Pengembangan Karakter Mahasiswa FKIP UNBAJA melalui Kegiatan Edukatif
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Banten Jaya (UNBAJA) telah mengambil langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian sosial kepada mahasiswanya sejak awal perkuliahan. Hal ini dilakukan melalui implementasi mata kuliah Pendidikan Karakter Pancasila, yang diwujudkan dengan kunjungan edukatif mahasiswa semester I ke UPTD Perlindungan Sosial Provinsi Banten, pada Rabu (17/12/2025).
Kegiatan pembelajaran kontekstual ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP UNBAJA. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Rektor Universitas Banten Jaya, Dekan FKIP UNBAJA Nely Hartika, Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Dede Rohadi Fajri, Kaprodi Pendidikan Akuntansi Fitri Nurlaili, Kaprodi Pendidikan PPKn Anton Aulawi, para dosen FKIP, serta dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Karakter Pancasila, Toni Anwar Mahmud.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Komitmen FKIP dalam Membentuk Calon Pendidik Berkarakter
Dekan FKIP UNBAJA, Nely Hartika, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam membentuk calon pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, empati, dan kepekaan sosial.
“Mahasiswa FKIP adalah calon guru dan pendidik masa depan. Sejak awal perkuliahan, mereka perlu dibekali nilai-nilai kemanusiaan agar mampu menghadirkan pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada kepedulian sosial,” ujarnya.
Pengalaman Emosional yang Mendalam bagi Mahasiswa
Salah satu mahasiswa Program Studi PPKn, Bunga Ophelia, menyampaikan bahwa kunjungan ke panti perlindungan sosial memberikan pengalaman emosional yang mendalam. Ia merasa terkesan setelah melihat langsung kondisi anak-anak yang tidak tinggal bersama kedua orang tuanya.
“Kegiatan ini benar-benar menumbuhkan empati. Banyak adik-adik yang harus tetap kuat meski menghadapi keterbatasan. Saya berharap mereka tetap semangat dan kelak bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama,” tutur Bunga.

Pembelajaran Nyata untuk Nilai Pancasila
Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Karakter Pancasila, Toni Anwar Mahmud, menjelaskan bahwa mahasiswa diajak untuk melihat realitas sosial secara langsung dan merefleksikannya sebagai penguatan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
“Kunjungan ke UPTD Perlindungan Sosial ini menjadi media pembelajaran agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dihayati dan dipraktikkan dalam kehidupan nyata,” jelasnya.
Harapan FKIP UNBAJA untuk Masa Depan
Melalui kegiatan ini, FKIP UNBAJA berharap mahasiswa mampu mengembangkan empati, tanggung jawab sosial, serta kesadaran akan peran strategis generasi muda dan calon pendidik dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Ke depan, FKIP UNBAJA berkomitmen untuk terus menghadirkan model pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi penguatan karakter mahasiswa sekaligus pengabdian kepada masyarakat.