Bangun Mitra Strategis, Kembangkan Kota Cerdas Inklusif di Jepang

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Bangun Mitra Strategis, Kembangkan Kota Cerdas Inklusif di Jepang


aiotrade, JAKARTA - Pertemuan Tingkat Tinggi Jejaring Kota Cerdas ASEAN-Jepang sukses digelar di Kota Takamatsu, Perfektur Kagawa, Jepang, pada Senin (10/11/2025).

Forum ini menjadi yang ketujuh kalinya diselenggarakan dan menghadirkan delegasi dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Jepang serta United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) sebagai bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai National Representative Indonesia untuk ASEAN Smart City Network (ASCN). Safrizal tidak hanya memimpin delegasi, tetapi juga aktif dalam membangun komunitas kota cerdas melalui pengawasan ASCN.

Dalam presentasinya, Safrizal menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pengembangan kota cerdas. Ia menyatakan bahwa pengembangan tidak bisa dilakukan secara individual atau parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pendekatan multidimensi. Selain itu, ia menyoroti bahwa perkembangan kota cerdas sejalan dengan peningkatan ekonomi dan investasi.

"Pemerintah Indonesia melalui Kemendagri berkomitmen penuh untuk mengembangkan skema kota cerdas melalui strategi kolaborasi. Semangat ini tidak hanya terjadi di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga melalui kerja sama internasional agar mampu mempercepat proses maturasi kota cerdas di daerah," ujar Safrizal.

Selain menjelaskan strategi dan pendekatan dalam percepatan pengembangan kota cerdas di Indonesia, Safrizal juga menyampaikan perkembangan dan peluang implementasi kota cerdas di beberapa pemerintah daerah.

"Saat ini kami sudah memiliki empat pemda yang tergabung dalam keanggotaan ASCN, yaitu DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Sumedang. Untuk masa depan, kami berencana memasukkan beberapa pemda lainnya, seperti Kota Surabaya sebagai smart industrial dan sea port city, Kota Semarang sebagai smart resilience city, Kota Palembang sebagai smart river city, dan Kota Denpasar sebagai smart cultural city. Setiap kota memiliki karakteristik unik masing-masing," tambah Safrizal dalam keterangan persnya.

Kemitraan strategis antara negara-negara Asia Tenggara dan Pemerintah Jepang tidak hanya bertujuan untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, tetapi juga diharapkan dapat mendukung stabilitas kawasan serta membuka peluang investasi.

"Selain berbagi pengalaman dan informasi, pertemuan tingkat tinggi di Jepang ini menjadi kesempatan untuk menegaskan posisi Indonesia di kawasan, khususnya dalam meningkatkan peluang investasi di ranah tata kelola perkotaan. Contohnya, masalah sampah di perkotaan membutuhkan dukungan investasi sebesar 18,4 miliar dolar hingga tahun 2040 sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur hijau," jelas Safrizal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan