Bangun Mitra Strategis untuk Kota Cerdas Inklusif di Jepang

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 16x dilihat
Bangun Mitra Strategis untuk Kota Cerdas Inklusif di Jepang


aiotrade, JAKARTA - Pertemuan Tingkat Tinggi Jejaring Kota Cerdas ASEAN-Jepang atau ASEAN-JAPAN Smart Cities Network High Level Meeting berhasil diadakan di Kota Takamatsu, Perfektur Kagawa, Jepang, pada Senin (10/11/2025).

Forum ini berlangsung untuk yang ketujuh kalinya dan menghadirkan delegasi dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, hadir pula perwakilan Pemerintah Jepang serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Centre for Regional Development (UNCRD).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, yang juga menjabat sebagai National Representative Indonesia untuk ASEAN Smart City Network (ASCN). Dalam kesempatan ini, Safrizal tidak hanya memimpin delegasi tetapi juga aktif dalam membangun komunitas kota cerdas ASEAN melalui bimbingan ASCN.

Dalam presentasinya, Safrizal menekankan bahwa pengembangan kapasitas kota cerdas tidak bisa dilakukan secara parsial atau individual, namun harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan pendekatan yang multidimensi dalam satu ekosistem. Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan kota cerdas sejalan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perluasan investasi.

"Pemerintah Indonesia melalui Kemendagri terus berkomitmen penuh untuk mengembangkan skema kota cerdas melalui strategi kolaborasi. Semangat ini tidak hanya berlaku di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga dalam kerja sama internasional sehingga mampu mempercepat pematangan kota cerdas di daerah," ujar Safrizal.

Selain menjelaskan strategi dan pendekatan dalam mempercepat pengembangan kota cerdas di Indonesia, Safrizal juga menyampaikan perkembangan dan peluang implementasi kota cerdas di beberapa pemerintah daerah.

"Saat ini kami sudah memiliki empat pemda yang tergabung dalam keanggotaan ASCN, yaitu DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Sumedang. Untuk masa depan, kami proyeksikan beberapa pemda lainnya seperti Kota Surabaya sebagai smart industrial dan sea port city, Kota Semarang sebagai smart resilience city, Kota Palembang sebagai smart river city, dan Kota Denpasar sebagai smart cultural city. Semua memiliki karakteristik masing-masing," tambah Safrizal dalam keterangan persnya.

Kemitraan strategis antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara dengan Pemerintah Jepang tidak hanya bertujuan membangun kerja sama yang saling menguntungkan, tetapi juga diharapkan mampu mendukung stabilitas kawasan dan membuka peluang investasi.

"Selain itu, ada berbagai pengalaman dan informasi yang dibagikan. Pertemuan tingkat tinggi di Jepang ini menjadi momentum untuk menegaskan peran dan posisi Indonesia di kawasan, terutama dalam meningkatkan peluang investasi di ranah tata kelola perkotaan. Contoh sederhananya adalah masalah sampah di perkotaan yang membutuhkan dukungan investasi sebesar 18,4 miliar dolar hingga tahun 2040 sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur hijau," jelas Safrizal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan