Banjarmasin Kembali Dilanda Banjir Rob, Warga Paham Pola Pasang Air Laut

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Banjarmasin Kembali Dilanda Banjir Rob, Warga Paham Pola Pasang Air Laut
Banjarmasin Kembali Dilanda Banjir Rob, Warga Paham Pola Pasang Air Laut

Banjir Rob Kembali Melanda Kota Banjarmasin

Banjir rob kembali menghiasi musim akhir tahun di Kota Banjarmasin. Fenomena ini terjadi akibat naiknya permukaan air Sungai Martapura dan Sungai Barito, yang meluap hingga ke permukiman warga di sejumlah kawasan rendah. Kejadian ini tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

Dari pantauan di lapangan, Rabu (12/11/2025) dini hari, air mulai naik sekitar pukul 23.00 Wita dan mencapai puncaknya pada pukul 01.00 Wita. Pada titik-titik tertentu, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Hal ini menyebabkan beberapa wilayah tergenang, termasuk Jalan Zafri Zam-Zam di Banjarmasin Barat, Benua Anyar dan Sungai Lulut di Banjarmasin Timur, kawasan Kelayan di Banjarmasin Selatan, Sungai Jingah di Banjarmasin Utara, serta beberapa ruas jalan di Banjarmasin Tengah.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Warga setempat mengaku bahwa banjir rob ini sudah menjadi hal biasa di akhir tahun. Didin, warga Jalan Zafri Zam-Zam yang telah tinggal di kawasan tersebut selama puluhan tahun, mengatakan bahwa genangan air kali ini tidak setinggi tahun lalu. Ia menjelaskan bahwa air masuk sekitar tiga jari ke dalam rumahnya. Tahun lalu, genangan bahkan sampai mengganggu perahu motor yang berada di dekat rumahnya.

“Jalan di sini sudah sempat ditinggikan 60 cm, tapi tetap aja tenggelam,” ujarnya. Ia juga menilai bahwa faktor pembangunan dan berkurangnya area resapan air membuat banjir rob semakin sulit dikendalikan. “Kalau hutan terus ditebang, tambang makin banyak, dan pembangunan padat, air mau ke mana lagi? Percuma saja kalau sungai dikorek tapi daerah sekitarnya gak bisa serap air,” keluhnya.

Di kawasan pertokoan, air rob juga mengganggu aktivitas warga. Arif Tarmiji, pegawai minimarket 24 jam, mengatakan bahwa air sempat mendekati pintu toko. “Beberapa hari ini pasang terus. Bahkan dulu sempat masuk ke dalam toko, tapi sekarang dikasih penghalang biar gak masuk,” ujarnya.

Fenomena rob ini memang jadi langganan di akhir tahun, bersamaan dengan curah hujan yang mulai tinggi dan posisi bulan purnama yang memengaruhi pasang laut. Bagi warga Banjarmasin, “musim air pasang” ini sudah seperti kalender alami yang datang saban akhir tahun.

Dampak Banjir Rob Terhadap Masyarakat

  • Kerusakan Infrastruktur: Beberapa jalan dan rumah warga tergenang air, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
  • Gangguan Ekonomi: Aktivitas bisnis di kawasan pertokoan terganggu karena air rob dapat masuk ke dalam toko.
  • Kesadaran Lingkungan: Warga mulai menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif dari pembangunan.

Upaya Penanggulangan

Meski banjir rob merupakan fenomena alam yang sulit dihindari, pemerintah dan masyarakat setempat terus berupaya untuk mengurangi dampaknya. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meninggikan jalan dan memperkuat tanggul di sekitar kawasan rendah.

Namun, upaya ini dinilai masih kurang efektif. Diperlukan pendekatan yang lebih holistik, seperti menjaga ekosistem alami dan mengurangi tekanan terhadap lingkungan. Dengan begitu, masyarakat dapat hidup lebih aman dan nyaman meskipun menghadapi musim air pasang setiap tahun.

Kesimpulan

Banjir rob di Kota Banjarmasin tidak hanya menjadi masalah teknis, tetapi juga memicu diskusi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memastikan keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan. Dengan kesadaran yang lebih besar dari masyarakat dan pemerintah, diharapkan banjir rob dapat diminimalkan dampaknya di masa depan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan