Banjir Bandang Guci Tegal Tutup Area dan Hentikan Wisata

admin.aiotrade 21 Des 2025 3 menit 14x dilihat
Banjir Bandang Guci Tegal Tutup Area dan Hentikan Wisata

Banjir Bandang di Kawasan Objek Wisata Guci

Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan aliran sungai Gung meluap, yang berdampak pada banjir bandang di Kawasan Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu sore (20/12). Sebagian area wisata tertutup lumpur dan kawasan tersebut ditutup sementara untuk menjaga keamanan pengunjung.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kepala Kepolisian Sektor Bojong, Kompol Khaerun, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi karena kiriman banjir dari Sungai Sawangan yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dengan Kabupaten Brebes. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Banjir terjadi karena kiriman dari wilayah atas," ujarnya.

Namun, banjir bandang tersebut mengakibatkan pipa pancuran 13 di Objek Wisata Guci terbawa arus sungai. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ia mengimbau warga maupun pengunjung Objek Wisata Guci agar tetap waspada saat hujan turun.

Kronologi Kejadian

Petugas Pancuran 13 Objek Wisata Guci, Jam Zami, menjelaskan bahwa banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, intensitas curah hujan meningkat cukup deras. Luapan air sungai dengan arus kuat membawa material seperti lumpur, batu, dan kayu ke area wisata. Banjir datang cukup deras bersamaan dengan hujan lebat.

Akibatnya, sebuah jembatan kecil di kawasan Pancuran 13 dilaporkan terbawa arus banjir. Kolam pemandian Pancuran 13 juga sempat tertutup material banjir sehingga tidak dapat digunakan. "Debit air banjir mulai surut dan kondisi berangsur membaik, Sabtu petang. Namun, hujan ringan masih turun di kawasan Guci," katanya.

Kawasan Wisata Ditutup

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyatakan bahwa belum ada laporan korban jiwa dari kejadian banjir bandang tersebut. Meskipun demikian, tim BPBD Kabupaten Tegal telah tiba di lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat dan upaya penanganan darurat di lapangan.

Dari pantauan visual BNPB di lapangan, sebagian area wisata telah tertutup material lumpur, pasir, dan batu yang terbawa arus banjir. "Untuk keamanan, kawasan wisata tersebut ditutup sementara untuk umum," kata Muhari.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya wilayah Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Upaya Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Masyarakat di sekitar kawasan yang rawan banjir diminta untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi cuaca serta anjuran dari pihak berwenang. Selain itu, pengunjung objek wisata juga diimbau untuk tidak memasuki area yang sudah ditutup atau dinyatakan berbahaya.

Selama masa pemulihan, para petugas akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat serta pengunjung di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Banjir bandang yang terjadi di Kawasan Objek Wisata Guci menjadi peringatan bagi masyarakat dan pengelola wisata untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem. Dengan peningkatan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik antara pihak berwenang dan masyarakat, risiko bencana bisa diminimalkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan