Banjir Citanduy Hancurkan 115 Rumah dan 38 Hektare Sawah di Pangandaran

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 20x dilihat
Banjir Citanduy Hancurkan 115 Rumah dan 38 Hektare Sawah di Pangandaran
Banjir Citanduy Hancurkan 115 Rumah dan 38 Hektare Sawah di Pangandaran

Banjir di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang

Akibat curah hujan yang tinggi dan pasang air laut (rob), Sungai Citanduy meluap dan membanjiri ratusan rumah warga di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Menurut warga, banjir itu terjadi sejak lima hari ke belakang hingga saat ini.

Kepala Desa Pamotan Andi Suwandi mengatakan, tidak hanya menggenangi ratusan permukiman warga, banjir juga menggenangi puluhan hektare sawah, terutama di Blok Cilutung, Desa Pamotan. Menurut dia, banjir kiriman terjadi pada Senin 10 November 2025, sekitar pukul 22.15. Hal itu mengakibatkan sejumlah lokasi terendam banjir.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ia mengatakan, banjir juga menggenangi akses jalan provinsi dan jalan desa, sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Ratusan permukiman warga terendam, berikut beberapa fasilitas umum.

”Area pertanian seluas puluhan hektare pun ikut terendam banjir serta beberapa kolam atau tambak ikan milik warga ikut terendam, bahkan ada yang jebol,” kata Andi, Selasa 11 November 2025.

Banjir yang kerap terjadi di wilayahnya, kata dia, akibat belum adanya pembangunan penahan abrasi atau tanggul Sungai Citanduy, sehingga air meluap dengan arus yang cukup deras ke area permukiman warga dan lahan pertanian.

Andi mengatakan, berdasarkan hasil pendataan, banjir kiriman dan rob tersebut mengakibatkan 115 rumah warga di Dusun Ciawitali, Dusun Majingklak, dan Dusun Pamotan, dan sekitar 38 hektare sawah serta sejumlah tambak ikan, tergenang banjir. Akibat bencana banjir tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 77 juta.

Andi pun mengimbau warga untuk selalu berhati-hati, waspada, dan tetap siaga, karena curah hujan masih tinggi dan debit air Sungai Citanduy terus meningkat.

”Kami berharap pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Citanduy untuk segera membangun tanggul pengaman supaya permukiman warga dan area pertanian tidak banjir akibat luapan air sungai,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing untuk menjaga harta bendanya.

Waspada terhadap Ancaman Banjir

Di tempat terpisah, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran Nana Suryana melaporkan, banjir juga menggenangi jalan nasional di Kalipucang, setinggi mata kaki dan beberapa rumah warga di lokasi tanggul sungai di Desa Sukanegara, Kecamatan Padaherang.

”Untuk banjir di jalan nasional Kalipucang masih aman dan masih bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Nana.

Namun, kata dia, bagi warga yang tinggal di daerah tanggul sungai di Desa Sukanegara untuk waspada, mengingat curah hujan masih tinggi dan suatu waktu debit air sungai bisa tinggi.

”Bila perlu, yang berdomisili di daerah tanggul diungsikan ke tempat yang aman, apabila debit air sungai terus meningkat,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, banjir juga menggenangi beberapa titik di Kecamatan Kalipucang, seperti di Blok Pasar dan Terminal Kalipucang, 3 RT di RW 02 Dusun Girisetra, 4 RT di RW 03 Dusun Girisetra, dan 3 RT di Dusun Empangsari.

”Tadi malam terpantau di lokasi, banjir mulai surut di beberapa titik, tapi karena hujan yang terus terjadi di daerah Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, sehingga air dari Sungai Citanduy kembali meluap,” ujar Ade Wahyudin, petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Pangandaran.

Tindakan Darurat dan Pengawasan

Sebagai respons terhadap situasi darurat, pihak BPBD dan Tagana telah melakukan pemantauan intensif di wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir. Mereka juga memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak, termasuk makanan, air bersih, dan perlengkapan dasar lainnya.

Selain itu, tim evakuasi dan penyelamatan telah disiapkan untuk menangani situasi darurat jika diperlukan. Warga diimbau untuk tetap mengikuti instruksi dari pihak berwenang dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko di sekitar area banjir.

Pemerintah setempat juga sedang mempertimbangkan rencana jangka panjang untuk membangun infrastruktur tahan bencana, seperti tanggul dan sistem drainase yang lebih efektif, guna mengurangi risiko banjir di masa depan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan