
Pekak I Nyoman Payu Selamat dari Bencana Banjir di Gianyar
Pekak I Nyoman Payu (75) berhasil diselamatkan secara dramatis dalam bencana banjir yang terjadi di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, pada Senin (15/12). Pria asal Bangli ini menjadi 'parekan' Ida Bagus Putu Punia. Pekak Payu dipercaya untuk menjaga salah satu properti milik IB Punia di Banjar Geriya Siwa, Desa Batuan. Namun, tembok properti tersebut mengalami roboh diterjang banjir.
Ditemui oleh Tribun Bali di Banjar Geriya Siwa, Selasa (16/12), Pekak Payu tidak bisa banyak bergerak. Ia hanya bisa duduk karena pergelangan kakinya mengalami luka parah, yang kini sedang diperban serta mendapatkan enam jaritan. Siku tangannya juga diperban dan mendapatkan empat jaritan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Pekak Payu, sebelum peristiwa tersebut terjadi, dirinya tengah membersihkan sampah yang menyumbat aliran air di bawah bangunan milik tuannya. “Dua kali saya bersihkan sampah yang menyumbat. Lalu yang kedua kalinya temboknya roboh, dan saya terguling-guling terseret banjir,” tuturnya.
Posisi tubuhnya tersebut masih berada di genangan banjir di atas jalan aspal. Lalu, ia diselamatkan oleh Gustu, anak Ida Pedanda Bun yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Jika tidak ada yang menyelamatkannya waktu itu, kemungkinan Pekak Payu terseret hingga ke Sungai dengan air meluap dan arusnya kencang. “Kalau tidak ada yang menolong, entah bagaimana nasib saya sekarang?” ujarnya.
IB Putu Punia menambahkan, setelah berhasil diselamatkan, Pekak Payu langsung diperiksa oleh anaknya, Dokter Ida Bagus Putra Suriadi yang bekerja sebagai Kepala Puskesmas di Bangli dan Ida Bagus Alit Wirmasaputra yang bekerja di RSUD Payangan. “Karena lukanya parah, lalu dirujuk ke RSU Ari Santi. Karena saat itu mobil tidak memungkinkan lewat, sehingga dibawa ke rumah sakit menggunakan sepeda motor,” ujarnya.
Tidak hanya Pekak Payu yang menjadi korban banjir Sukawati. Anaknya, I Wayan Yudiawan juga menjadi korban. Mobil Honda Jazz yang dipinjam juga rusak parah. Mobil mati total karena terendam banjir. Satu unit motor Scoopy miliknya juga mengalami kondisi yang sama, mati total.
IB Putu Punia mengatakan, kawasan ini memang langganan banjir. Sebab menjadi titik pertemuan saluran pembuangan air hujan dari tiga arah, utara, barat laut dan timur. “Setiap hujan lebat, di sini pasti banjir. Kemarin dari dinas sudah datang ke sini. Semoga ada tindak lanjut agar tidak selalu banjir, serta diharapkan ada bantuan dari pemerintah atas kerugian yang timbul akibat bencana ini,” ujarnya.
Hujan lebat mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Gianyar, Senin (15/12) dari pukul 14.00 Wita. Hujan yang berlangsung tanpa henti hampir selama lima jam tersebut, menyebabkan berbagai bencana alam. Dari banjir, pohon tumbang hingga tanah longsor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta saat dikonfirmasi mengatakan, sejak hujan di jam pertama, pihaknya telah siaga, untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan. “Hujan deras ini terjadi di seluruh wilayah Gianyar,” ujarnya.
Dampak hujan tersebut, kata dia, sebagian besar berupa banjir, serta bangunan warga yang roboh diterpa banjir. “Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Bencana tanah longsor juga terjadi, satu di antaranya di wilayah Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh. Di wilayah tersebut terjadi tanah longsor yang menutup akses jalan. Aparat kepolisian Polsek Blahbatuh menggelar aksi gotong royong bersama masyarakat untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup akses jalan pada Selasa (16/12).
Material longsor menghambat aktivitas masyarakat karena menutup badan jalan. Berkat kerja sama yang solid antara Polri, TNI, dan warga setempat, material tanah berhasil dibersihkan sehingga akses jalan kini kembali dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjaga kamtibmas, tetapi juga membantu masyarakat dalam situasi darurat. Semangat gotong royong ini adalah kekuatan kita bersama dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem,” ujar Kapolsek Blahbatuh, Kompol Anak Agung Gede Arka.
Kompol Arka mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.
Kegiatan gotong-royong kemarin melibatkan Unit Samapta Polsek Blahbatuh, Bhabinkamtibmas Desa Saba Bripka I Nyoman Mara Arta, serta Babinsa TNI, sebagai wujud sinergi dan kepedulian terhadap keselamatan warga.