
Penanganan Banjir di Jawa Tengah Terus Dilakukan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penanganan banjir di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak terus dilakukan secara intensif. Seluruh dinas dan stakeholder terkait telah dikerahkan sejak hari pertama kejadian untuk menangani masalah tersebut.
“Terkait banjir di Semarang dan Demak, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah kita turunkan,” ujar Luthfi setelah menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Jumat, 24 Oktober 2025 malam.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain pendirian dapur umum, penambahan pompa penyedot air, serta pengaturan lalu lintas oleh petugas. Ia juga memerintahkan kepada seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk terus memantau situasi dan mengambil langkah cepat. Kegiatan seperti pembuatan sodetan di lokasi banjir harus disiapkan dengan matang mengingat kondisi cuaca masih tidak menentu.
“Kita akan lakukan pantauan terus dengan seluruh OPD serta jajaran di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, secara tidak langsung provinsi dan kabupaten/kota akan bekerja sama,” katanya.
Sebelumnya, curah hujan tinggi di beberapa daerah di Jawa Tengah menyebabkan genangan dan banjir di sejumlah titik. Di antaranya adalah Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Bahkan banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak membuat lalu lintas di jalur Pantura terhambat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan bahwa langkah cepat sudah dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD Jateng, BPBD Kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta relawan, TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan sejak banjir muncul. “Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik sudah kami distribusikan,” ujarnya kemarin.
Kepala Pusdataru Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengungkapkan bahwa total ada delapan pompa yang dikerahkan sampai Jumat, 24 Oktober 2025. Delapan pompa tersebut diperkirakan dapat menyedot air hingga 1.900 liter per detik dan aktif selama 24 jam.
Delapan pompa tersebut terpasang di sejumlah titik. Satu pompa di sekitar Kali Tenggang, dua pompa di Terboyo, dan tiga pompa di Kali Sringin. Sementara dua pompa akan dipasang di titik efektif untuk melakukan pembuangan air genangan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dua pompa tambahan ini berasal dari Balai PSDA yang berada di Tegal dan Kudus.
Selain pemasangan pompa, pihaknya juga turun ke lokasi banjir guna mengecek penyebab utama mengapa begitu banyak genangan. “Kami cek, tidak ada kaitan dengan pembangunan tol. Ini karena curah hujan yang begitu tinggi, karena hujan deras dalam beberapa hari terakhir,” kata Henggar.