
Banjir Masih Menggenangi Jalan Pantura Kaligawe
Banjir yang terjadi di Jalan Pantura Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih berlangsung hingga hari keempat. Peristiwa ini telah mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan yang parah di kawasan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ketinggian air di sekitar area tersebut mencapai 60 hingga 80 sentimeter, terutama di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung. Jalur utama ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan besar seperti truk dan bus. Sementara itu, kendaraan kecil seperti mobil sedan atau minibus tidak disarankan untuk melewati daerah ini karena risiko mogok yang tinggi.
Menurut Kompol Rismanto, Kapolsek Genuk, banyak kendaraan roda dua dan mobil kecil yang memaksa melintasi genangan air. Akibatnya, beberapa kendaraan tersebut akhirnya mogok. Bahkan, beberapa truk terlihat naik ke median jalan karena jalur utama tertutup air.
Kami mohon kepada pengendara sepeda motor dan mobil kecil seperti sedan, minibus agar tidak melewati jalan ini. Banyak truk yang mogok, nanti kalau memaksa bisa ikut mogok dan menambah panjang kemacetan, ujar Kompol Rismanto.
Kemacetan semakin memburuk karena antrean kendaraan besar yang bergerak lambat. Untuk mengatasi situasi ini, polisi, TNI, sukarelawan, dan BPBD menyiagakan perahu untuk membantu evakuasi tenaga kesehatan dan pasien dari RSI Sultan Agung yang terdampak banjir.
Kami sudah terjunkan perahu untuk evakuasi para nakes dan pasien RSI Sultan Agung, ujarnya.
Salah satu langkah yang dilakukan untuk mengurangi debit air adalah dengan memaksimalkan pompa-pompa yang menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Namun, saat ini, beberapa rumah pompa belum beroperasi secara maksimal.
Di Rumah Pompa Kali Tenggang dan Kali Sringin milik BBWS Pemali Juana, hanya dua dari enam total pompa yang bisa dihidupkan. Hal serupa juga terjadi di Rumah Pompa Sringin.
Beberapa upaya sedang dilakukan untuk mempercepat penurunan air. Diharapkan, pihak BBWS Pemali Juana dapat memaksimalkan penggunaan pompa-pompa tersebut agar air segera surut dan kondisi kembali normal.
Dengan situasi yang masih memprihatinkan, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari daerah yang tergenang. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam menghadapi bencana alam seperti ini.