SURABAYA, aiotrade
Jalan Tambak Mayor Utara di Kecamatan Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang sering terkena banjir rob setiap musim hujan. Masalah ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya solusi yang jelas dan permanen.
Salah seorang warga, Sulis (45), mengatakan bahwa banjir telah menjadi isu yang terus-menerus muncul sejak ia lahir. "Mulai dari saya lahir di sini, itu sudah banjir setiap kali hujan," ujar Sulis kepada aiotrade, akhir pekan lalu. Ia menjelaskan bahwa ketinggian air biasanya mencapai 50 sentimeter, tetapi jika hujan deras dan berkepanjangan, bisa naik hingga satu meter. "Bahkan di daerah agak utara sana, pernah sampai setinggi dada," tambahnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sulis menceritakan pengalaman pribadinya saat pulang kerja dan harus menghadapi banjir setinggi dada. "Motor saya gak bisa masuk, Mbak. Barang-barang saya bawa di atas kepala. Terus sampai di depan gang, banjirnya turun sepinggang, pas sampai rumah turun lagi selutut," kenang dia.
Perkampungan padat penduduk yang berbatasan langsung dengan perlintasan kereta api ini memang terkendala saluran irigasi yang semakin menyempit. Sulis menyebut, sungai terdekat awalnya memiliki lebar sembilan meter, kini hanya tersisa dua meter. "Karena banyak rumah-rumah yang dibangun di pinggir bantaran sungai. Sempat katanya mau digusur, tapi warga sekitar gak mau," ucap dia.
Akibatnya, setiap hujan deras, sistem irigasi tak bisa berfungsi maksimal. Air meluap ke rumah-rumah penduduk. Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya biasanya hanya membersihkan gorong-gorong, tapi terkendala karena beberapa penutup u-ditch (penutup saluran air) dicor permanen oleh warga. "Jadi, penanggulangannya cuma dibersihkan, tapi rumah warga yang sudah dipermanen kadang enggak dibersihkan juga karena ketutup," ujar dia.
Bahkan, banjir rob kadang datang karena air bawaan dari kampung lain. "Pernah juga sewaktu cuma hujan gerimis di sini, tapi di Simorejo hujannya deras banget sampai banjir." "Kemudian di sana kewalahan, pintunya dibuka, akhirnya dampak airnya ke sini yang banjir," papar dia.
Motor hanyut
Musim hujan selalu membuat warga khawatir akan keselamatan diri dan barang berharga. "Banyak motor dan mobil di sini yang rusak, bahkan pernah ada yang kehilangan kendaraan karena kebawa air," ucap Sulis.
Warga lain, Fridu Yoga, koordinator Sanggar Pijar—sebuah tempat belajar informal di wilayah setempat—mengaku para siswa terpaksa diliburkan saat banjir. "Setiap banjir sepanjang wilayah sini, sekolah-sekolah termasuk kegiatan sanggar terpaksa harus libur," ungkap dia.
Selain mengganggu mobilitas, banjir juga meningkatkan potensi penyebaran penyakit karena air selokan dan sampah yang meluap. "Masyarakat, terutamanya anak-anak, menjadi rawan terserang penyakit karena banyak sampah-sampah yang meluap terbawa arus air," tutur dia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda pun memberikan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur dari 6-12 November 2025. Cuaca ekstrem ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.