Banjir Rob Mulai Surut, Banjarmasin Masih Tergenang Akibat Drainase Buruk

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 21x dilihat
Banjir Rob Mulai Surut, Banjarmasin Masih Tergenang Akibat Drainase Buruk
Banjir Rob Mulai Surut, Banjarmasin Masih Tergenang Akibat Drainase Buruk

Banjir Rob di Kota Banjarmasin Masih Menyisakan Genangan

Setelah banjir rob yang terjadi pada dini hari Rabu (12/11/2025), air mulai surut di sebagian besar wilayah Kota Banjarmasin. Namun, beberapa titik masih mengalami genangan akibat sistem drainase yang tidak berfungsi secara optimal.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa genangan paling mencolok terlihat di Jalan Brigjen Hasan Basry, tepatnya di depan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan sekitar SMKN 4 Banjarmasin. Air masih menutupi sebagian badan jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Rahman, seorang pengendara motor yang melintas dari arah Handil Bakti menuju Hasan Basry, mengatakan bahwa meskipun air sungai sudah turun, genangan di jalan tersebut belum surut. Ia menyebutkan bahwa saluran pembuangan (got) tampak mampet.

“Saya sudah terbiasa menghadapi genangan setiap musim hujan dan pasang air. Saya hafal polanya, tiap akhir tahun pasti begini. Cuma ya herannya kenapa gak pernah benar-benar beres,” ujarnya dengan nada bingung.

Tidak hanya pengguna jalan, mahasiswa yang beraktivitas di sekitar kampus ULM juga merasakan dampak dari genangan tersebut. Julian Vino, mahasiswa FISIP, mengatakan bahwa air sempat menghambat mobilitas mahasiswa pagi itu.

“Padahal udah surut di sungai, tapi di jalan masuk kampus masih menggenang,” ujarnya. Ia berharap ada perbaikan drainase di sekitar kampus karena genangan sering muncul bahkan jika pasca diguyur hujan.

Berdasarkan data dari BPBD, ketinggian rob pada puncaknya mencapai 3,0 meter di atas permukaan laut (mdpl). Fase ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga 16 November, sebelum masuk ke fase ketiga di akhir bulan dengan pola pasang dua kali sehari.

Meskipun air mulai surut, warga diminta tetap waspada terhadap potensi rob lanjutan. Khususnya bagi yang tinggal di bantaran sungai, agar tetap memperhatikan instalasi listrik dan menyimpan barang penting di tempat tinggi.

Dampak Banjir Rob pada Wilayah Perkotaan

Genangan air yang terjadi di beberapa titik kota tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Di kawasan perkantoran dan pendidikan, seperti di sekitar ULM dan SMKN 4 Banjarmasin, kondisi ini membuat akses menjadi lebih sulit.

Beberapa warga mengeluhkan bahwa sistem drainase yang ada tidak mampu menyerap air dengan baik. Hal ini menyebabkan genangan tetap bertahan meskipun air sungai sudah turun. Mereka berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem drainase untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan adanya rob tambahan. Meskipun saat ini air mulai surut, namun potensi banjir rob masih bisa terjadi, terutama di daerah-daerah yang berada di sekitar sungai.

Tindakan Pemerintah dan Masyarakat

Dalam rangka menghadapi banjir rob, pemerintah daerah telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga di daerah rawan banjir disarankan untuk memastikan ketersediaan alat pemadam api dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, mereka juga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan agar saluran pembuangan tidak tersumbat.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan keamanan rumah dan barang-barang penting. Jika terjadi kenaikan air, maka semua benda berharga harus disimpan di tempat yang lebih tinggi.

Kesimpulan

Banjir rob yang terjadi di Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa sistem drainase masih memiliki kelemahan. Meskipun air mulai surut, genangan di beberapa titik masih menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Dengan adanya imbauan dari pemerintah dan kesadaran masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan