Banjir Semarang Masih Mengancam! Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Kami Berjuang Kurangi Genangan

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 13x dilihat
Banjir Semarang Masih Mengancam! Gubernur Jateng Ahmad Luthfi: Kami Berjuang Kurangi Genangan


aiotrade

Banjir yang melanda Kota Semarang akibat guyuran hujan deras dan rob kini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Beberapa titik di wilayah ini tergenang air dengan ketinggian mencapai 90 sentimeter, terutama di Jalan Kaligawe Raya yang menjadi jalur utama antara Semarang dan Surabaya. Sampai pagi hari Sabtu (24/10), genangan air masih belum surut, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, terdapat delapan titik jalan raya dan permukiman yang terkena dampak banjir. Kondisi ini memicu berbagai upaya penanggulangan dari pihak berwenang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga dapur umum untuk masyarakat yang terdampak banjir. Selain itu, sebanyak delapan pompa juga dikerahkan untuk membantu proses pengeringan genangan air. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan Dinas Pusdataru sedang dilakukan, dan rencananya akan ada pengurasan atau sudetan di beberapa titik pada Senin mendatang.

Pemprov Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir, khususnya di wilayah Demak dan Semarang. Menurut Luthfi, prediksi cuaca yang tidak bisa sepenuhnya diprediksi membuat pihaknya harus lebih waspada dan siap dalam menghadapi kondisi seperti ini.

"Kita harus menyiapkan betul, karena prakiraan cuaca tidak bisa kita prediksi. Provinsi dan kabupaten bekerja sama agar tidak terjadi luapan yang lebih fluktuatif pada masyarakat terdampak," ujar Gubernur.

Yang terpenting saat ini adalah kesiapan pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar bagi warga terdampak, seperti dapur umum dan bantuan sosial. Upaya pengurangan banjir juga terus dilakukan secara maksimal, dengan harapan agar kondisi cuaca tidak kembali memburuk dan menyebabkan banjir kembali terjadi.

Di sisi lain, informasi dari laman resmi BNPB menyebutkan bahwa sebanyak 4.265 jiwa dari Kecamatan Genuk dan 33.915 jiwa dari Kecamatan Pedurungun terdampak banjir kali ini. Beberapa titik memiliki genangan tinggi, seperti Bangetayu Kulon dengan ketinggian air antara 20-50 cm. Di wilayah Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari, genangan air rata-rata berkisar antara 15-60 cm.

Sementara itu, di kawasan Jalan Pantura Kaligawe, genangan air setinggi setengah meter menyebabkan kemacetan lalu lintas. Truk-truk besar terjebak selama lebih dari 24 jam, sehingga mengganggu arus transportasi. Di depan Rumah Sakit Islam Sultan Agung, genangan air bahkan mencapai 80 cm, yang semakin memperparah situasi di sekitar lokasi tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan