Bank Dapat Diskon 5,5% Jika Turunkan Bunga dan Tingkatkan Kredit Prioritas

admin.aiotrade 22 Okt 2025 3 menit 13x dilihat
Bank Dapat Diskon 5,5% Jika Turunkan Bunga dan Tingkatkan Kredit Prioritas


Bank Indonesia (BI) akan memperkuat Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan pendekatan berbasis kinerja dan berorientasi ke depan atau forward looking. Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada 1 Desember 2025 dan memberikan insentif likuiditas maksimal sebesar 5,5%.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, menjelaskan bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah memperkuat transmisi penurunan suku bunga kebijakan ke sektor riil serta mendorong pertumbuhan kredit, terutama di sektor-sektor prioritas nasional. Penguatan insentif KLM dirancang untuk mempercepat penyaluran kredit sekaligus mendorong penyesuaian suku bunga perbankan agar sejalan dengan penurunan BI Rate.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejak BI Rate turun sebesar 150 basis poin (bps), bunga kredit di perbankan baru turun sekitar 15 bps atau hanya 10% dari penurunan suku bunga acuan. Melalui kebijakan KLM yang forward looking, BI ingin mendorong peningkatan penyaluran kredit dan percepatan transmisi suku bunga.

Sebelumnya, skema insentif KLM hanya memberikan diskon penempatan giro wajib minimum (GWM) maksimal 5% dari dana pihak ketiga (DPK) bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas yang ditetapkan BI. Insentif diberikan setelah bank menyalurkan kredit atau bersifat backward looking.

Namun, dalam skema baru ini, BI akan memberikan insentif likuiditas maksimum sebesar 5% dari DPK bagi bank yang berkomitmen menyalurkan kredit ke sektor prioritas atau lending channel. Yuda menegaskan bahwa bank akan dikenaikan penalti apabila komitmen tersebut tidak terealisasi.

Selain itu, BI juga menerapkan insentif melalui saluran suku bunga (interest rate channel). Bank yang lebih cepat menurunkan suku bunga kredit akan mendapatkan tambahan insentif likuiditas hingga 0,5% dari DPK. “Jadi, semakin cepat bank menurunkan suku bunga kreditnya, semakin besar insentif yang diterima,” ujar Yuda.

Besaran insentif yang diperoleh bank akan memperhitungkan faktor penyesuaian, yakni penambahan atau pengurangan besaran KLM berdasarkan kredit periode sebelumnya.

Secara rinci, lending channel atau sektor prioritas yang berlaku terdiri dari empat sektor utama:

  • Pertama, sektor pertanian, industri, dan hilirisasi. Insentif KLM di sektor ini paling tinggi sebesar 1,5%.
  • Kedua, sektor jasa yang termasuk industri kreatif di dalamnya. Insentif KLM paling tinggi di sektor ini sebesar 0,6% dari total DPK.
  • Ketiga, ada sektor konstruksi, real estate, dan perumahan yang mendapatkan insentif KLM maksimal 1,4%.
  • Keempat, sektor UMKM, koperasi, inklusi, dan berkelanjutan yang memperoleh insentif maksimal 1,5%.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI, Aida Budiman, menegaskan bahwa penguatan transmisi kebijakan moneter menjadi kunci percepatan pertumbuhan kredit. Meskipun suku bunga kebijakan telah turun signifikan, penurunan suku bunga di perbankan masih lambat. Bunga DPK baru turun sebesar 29 bps dan bunga kredit hanya 15 bps.

Aida berharap kebijakan KLM forward looking dan insentif melalui interest rate channel itu bisa mempercepat transmisi kebijakan moneter ke sektor riil. Dengan langkah ini, dana menganggur (undisbursed loan) di bank yang masih tinggi, mencapai Rp 2.374,8 triliun atau 22,54% dari plafon kredit yang tersedia, dapat tersalurkan. “Sehingga target pertumbuhan kredit di kisaran 8–11% tahun ini dapat tercapai,” pungkasnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan