Bank Digital Catat Lonjakan Simpanan, DPK Perbankan Tumbuh Dua Digit

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 15x dilihat
Bank Digital Catat Lonjakan Simpanan, DPK Perbankan Tumbuh Dua Digit


Industri perbankan nasional mengalami pemulihan yang signifikan dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) seiring dengan ekspansi keuangan pemerintah dan pelonggaran likuiditas oleh Bank Indonesia (BI). Kondisi ini mencerminkan stabilitas pasar yang mulai kembali berjalan. Bahkan, sejumlah bank digital berhasil mencatat lonjakan simpanan nasabah secara tahunan.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21–22 Oktober 2025, BI melaporkan bahwa pertumbuhan DPK industri perbankan mencapai 11,18% secara tahunan (YoY). Angka ini menunjukkan percepatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, ketika pertumbuhan DPK masih berada di level satu digit.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Ekspansi Fiskal dan Likuiditas Dorong DPK Tumbuh

Peningkatan DPK tersebut sejalan dengan ekspansi keuangan pemerintah, antara lain melalui penempatan dana pemerintah pada sejumlah bank besar. Di sisi lain, BI juga melanjutkan kebijakan pelonggaran likuiditas dan memberikan insentif makroprudensial untuk mendorong fungsi intermediasi perbankan.

Menariknya, bank digital yang tidak termasuk penerima dana pemerintah juga menunjukkan kinerja DPK yang kuat. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital serta strategi agresif yang diterapkan oleh bank-bank digital dalam mengakuisisi nasabah baru.

Allo Bank: Kompetisi Suku Bunga Mulai Mereda

Salah satu bank digital yang mencatat pertumbuhan signifikan adalah Allo Bank. Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, total DPK Allo Bank mencapai Rp 8,78 triliun, naik 78,3% YoY dibandingkan Rp 4,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, menilai bahwa penempatan dana pemerintah di bank-bank Himbara turut membantu menurunkan tekanan kompetisi suku bunga simpanan yang sempat memanas di awal tahun.

"Kami terus menjaga tingkat DPK seiring pertumbuhan kredit yang bisa disalurkan Bank, dengan tetap menjaga biaya DPK agar bank tetap bersaing tapi tidak membebani kondisi keuangan bank," ujar Ganda kepada aiotrade, Kamis (23/10/2025).

Krom Bank: Persaingan DPK Masih Ketat

Berbeda pandangan, Krom Bank menilai bahwa kompetisi dalam menghimpun simpanan nasabah justru semakin ketat menjelang akhir tahun 2025. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menjelaskan bahwa beberapa faktor turut memengaruhi kondisi tersebut, seperti penurunan BI Rate, meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi alternatif seperti emas, serta tingginya kebutuhan likuiditas perbankan untuk mendukung ekspansi kredit.

Meski demikian, Anton menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan. "Krom Bank optimis pertumbuhan DPK akan tetap terus tumbuh sejalan dengan pertumbuhan DPK industri pada bulan September 2025 yang mengalami peningkatan," ungkapnya.

Krom Bank mencatat total DPK sebesar Rp 6,97 triliun per September 2025, atau tumbuh 212% YoY dibandingkan Rp 2,22 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Superbank: Ekosistem Digital Jadi Penggerak

Kinerja impresif juga dicatat oleh Superbank, yang melaporkan pertumbuhan DPK sebesar 203% YoY menjadi Rp 9,8 triliun. Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyebutkan bahwa peningkatan ini mencerminkan kepercayaan publik yang semakin besar terhadap layanan digital bank tersebut.

"Integrasi ekosistem yang kuat menjadi penggerak utama dalam memperluas akses dan mempercepat inklusi keuangan digital di masyarakat," ujar Tigor.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan