Bank Digital Mulai Gencar Berikan Pinjaman Langsung, Bunga 1,39%

admin.aiotrade 14 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Bank Digital Mulai Gencar Berikan Pinjaman Langsung, Bunga 1,39%


Bank berbasis teknologi atau bank digital semakin aktif dalam menawarkan produk pinjaman langsung melalui aplikasi. Produk ini memungkinkan nasabah untuk mengajukan pinjaman secara cepat dan mudah, dengan suku bunga yang beragam, mulai dari 1,39% flat per bulan hingga tingkat bunga harian.

Dari sepuluh bank digital yang ada, sembilan di antaranya telah memiliki produk pinjaman langsung yang bisa diakses melalui aplikasi. Umumnya, produk tersebut berupa pinjaman tunai atau layanan PayLater dengan tenor yang berbeda-beda. Misalnya, beberapa produk menawarkan tenor maksimum enam bulan seperti bluExtraCash BCA Digital dan Krom Kredit, sedangkan lainnya memiliki tenor hingga 30 bulan, seperti Tunaiku Bank Amar dan Pinjaman Atur Sendiri Superbank.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Suku bunga yang ditawarkan juga sangat kompetitif. Bank Jago, misalnya, menawarkan suku bunga 1,39% flat per bulan melalui produk Jago Dana Cepat. Namun, ada juga bank lain yang menggunakan sistem perhitungan harian, seperti Neo Pinjam dan Superbank PAS.

Strategi Direct Lending Bank Jago

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, menjelaskan bahwa produk direct lending merupakan strategi utama bank untuk mengembangkan mesin penyaluran pinjaman secara organik. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan Bank Jago yang pesat didukung oleh kolaborasi dengan mitra ekosistem dan digital.

"Kolaborasi dengan mitra ekosistem tetap menjadi kontributor utama bisnis kami. Namun, kami juga menyadari pentingnya melakukan diversifikasi, konsisten berinovasi, serta menciptakan produk dan layanan yang mampu memberikan kontribusi signifikan di masa depan," ujar Arief dalam acara media gathering di Malang.

Sejak Oktober 2024, Bank Jago telah meluncurkan produk Jago Dana Cepat untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Direktur Bank Jago, Sonny C. Joseph, menjelaskan bahwa produk ini menawarkan fasilitas pinjaman yang berbeda untuk setiap nasabah, termasuk ditentukan oleh riwayat transaksi dan profiling nasabah.

“Teknologi memungkinkan kami untuk mengukur profil risiko setiap debitur. Jadi, plafon kredit dan bunga yang kami kenakan bisa berbeda antara satu nasabah dengan nasabah lainnya,” jelas Sonny.

Konsep Responsible Lending

Salah satu hal yang menarik dari produk Jago Dana Cepat adalah konsep responsible lending atau pembiayaan bertanggung jawab. Konsep ini menekankan aspek transparansi, kemampuan bayar, dan edukasi finansial agar nasabah dapat mengambil keputusan yang bijak.

Menurut Sonny, ke depan Bank Jago akan meluncurkan Jago Dana Siaga, sebuah produk pinjaman baru yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana darurat atau pengeluaran tidak terduga. Produk ini merupakan lanjutan dari inovasi Jago Dana Cepat dengan tenor yang lebih pendek.

Pertumbuhan dan Kontribusi Produk Direct Lending

Hingga saat ini, kontribusi produk direct lending Bank Jago terhadap total portofolio pinjaman masih terbatas, berkisar 4%-5%. Namun, Bank Jago berharap kontribusi produk ini akan meningkat secara bertahap dalam 4-5 tahun mendatang.

Penyaluran kredit Bank Jago meningkat sebesar 36% menjadi Rp 23,5 triliun per September 2025. Dari jumlah outstanding kredit tersebut, sebanyak 96% berasal dari Partnership & Ecosystem Lending.

Di sisi lain, penyaluran pinjaman dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) goss yang tetap rendah di level 0,4%, di bawah rata-rata NPL industri perbankan.

Bank Jago saat ini memiliki basis nasabah yang luas, di mana pada September 2025 telah mencapai 18,6 juta pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa strategi digital dan inovasi produk telah berhasil menarik minat masyarakat Indonesia.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan