Bank Dunia: Upah Buruh Turun, Tekan Pertumbuhan Konsumsi

admin.aiotrade 16 Des 2025 2 menit 15x dilihat
Bank Dunia: Upah Buruh Turun, Tekan Pertumbuhan Konsumsi

Tren Penurunan Upah di Sektor Riil Indonesia

Bank Dunia mencatat bahwa sejak tahun 2018, terjadi penurunan upah bagi pekerja sektor riil di Indonesia. Setiap tahunnya, rata-rata penurunan upah mencapai 1,1 persen. Pekerja dengan keterampilan tinggi mengalami penurunan terbesar, sementara pekerja dengan tingkat keterampilan menengah juga mengalami penurunan yang sama setiap tahunnya.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, dalam peluncuran Indonesia Economic Prospects (IEP) di Energy Building, Jakarta, Selasa (16/12/2025). Ia menjelaskan bahwa tren penurunan upah pekerja sektor riil telah terlihat sejak 2018.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Melambat

Dalam laporan IEP, Bank Dunia menyebutkan bahwa pada Agustus 2025, terjadi pertumbuhan penyerapan tenaga kerja hingga 1,3 persen secara year on year (yoy). Sayangnya, pertumbuhan tersebut terjadi di sektor informal, yang memiliki kontribusi nilai tambah rendah. Sektor pertanian paling banyak menyerap pekerja berketerampilan rendah. Sementara itu, pangsa pasar pekerja dengan keterampilan menengah turun dari 71,1 persen pada 2018 menjadi 68,3 persen enam tahun setelahnya.

Menurut Carolyn, kondisi ini mempersempit pertumbuhan jumlah pekerja dengan keterampilan menengah, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini pada akhirnya menggerus pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

"Pola-pola ini membebani konsumsi rumah tangga meskipun indikator makroekonomi utama tetap solid dan kuat," ujar Carolyn.

Upah Pekerja Informal Naik Tipis

Dalam kesempatan yang sama, Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, David Knight, melihat pertumbuhan upah hanya terjadi pada pekerja informal atau berketerampilan rendah (low-skilled workers), sebesar 0,3 persen. Pertumbuhan upah untuk pekerja berketerampilan tinggi hanya terjadi pada industri manufaktur bernilai tambah tinggi, utilitas (khususnya kelistrikan), serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

"Untuk pekerja-pekerja berketerampilan menengah, hal ini menjadi salah satu yang sangat berdampak. Tentunya ini juga kemudian berimbas kepada kesejahteraan rumah tangga dan juga perekonomian negara," ujar David.

Generasi Muda Sulit Mencari Pekerjaan

Bank Dunia juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di Indonesia dalam mencari pekerjaan. Sementara itu, sebagian besar pekerja berusia 30 tahun harus menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK), yang meningkatkan tingkat pengangguran. Kondisi ini memaksa generasi muda untuk masuk ke sektor informal, yang memberikan upah rendah.

"Kaum muda mendapatkan pekerjaan. Tapi, mereka cenderung kurang memiliki pekerjaan yang stabil dan menawarkan perlindungan. Individu berusia 15-24 tahun yang memasuki dunia kerja sebagian besar bekerja di sektor informal tingkat rendah," bunyi laporan IEP.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan