Bank Global Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$200.000 di Akhir 2025

admin.aiotrade 04 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Bank Global Prediksi Harga Bitcoin Tembus US$200.000 di Akhir 2025

Proyeksi Harga Bitcoin oleh Bank Investasi Global

Sejumlah bank investasi global telah memberikan proyeksi yang menunjukkan bahwa reli harga Bitcoin (BTC) akan terus berlanjut hingga akhir 2025. Dalam laporan mereka, pendorong utama dari kenaikan ini adalah arus dana ke produk exchange-traded fund (ETF) dan rotasi modal dari pasar emas.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar US$122.000, naik lebih dari 13% dalam sepekan terakhir dan mendekati rekor tertingginya di US$124.500. Berdasarkan data Coinmarketcap pada pukul 18.43 WIB, harga Bitcoin berada pada level US$122.125 atau naik 1,44% dalam 24 jam terakhir.

Citigroup: Target US$133.000

Citigroup memperkirakan bahwa Bitcoin akan menembus rekor baru di kisaran US$133.000 pada akhir 2025, naik sekitar 8,7% dari level saat ini. Dalam laporan risetnya, Citigroup menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut akan didukung oleh aliran dana yang stabil ke Bitcoin ETF serta meningkatnya porsi Bitcoin dalam alokasi aset digital lembaga keuangan global.

Per akhir pekan ini, seluruh ETF Bitcoin di AS mengelola aset senilai lebih dari US$163,5 miliar. Citi memperkirakan tambahan arus dana baru hingga US$7,5 miliar sampai akhir tahun. Namun, dalam skenario pesimistisnya, Citi memperkirakan harga Bitcoin bisa turun ke US$83.000 jika tekanan resesi dan pelemahan minat risiko kembali meningkat.

JPMorgan: Potensi Naik ke US$165.000

Sementara itu, analis JPMorgan Chase menilai bahwa Bitcoin masih undervalued dibandingkan emas jika disesuaikan dengan volatilitas. Dalam laporan yang dipimpin oleh Direktur Pelaksana Nikolaos Panigirtzoglou, tim JPMorgan menyebut rasio volatilitas Bitcoin terhadap emas kini turun di bawah 2,0, menandakan risiko Bitcoin sudah relatif seimbang terhadap logam mulia tersebut.

Dengan perbandingan ini, kapitalisasi pasar Bitcoin sekitar US$2,3 triliun perlu naik sekitar 42% untuk menyamai kepemilikan emas pribadi global senilai US$6 triliun. Kenaikan itu berarti harga Bitcoin berpotensi mencapai sekitar US$165.000. JPMorgan juga mencatat potensi rotasi modal dari emas ke Bitcoin, mengingat harga emas yang sudah naik 48% sepanjang tahun dan berada di level overbought tertinggi sejak 2012.

“Jika tren rotasi modal dari emas ke Bitcoin berlanjut, prospek reli akhir tahun semakin kuat,” tulis laporan tersebut.

Standard Chartered: Paling Optimistis, Target US$200.000

Standard Chartered menjadi yang paling bullish di antara bank besar lain. Bank asal Inggris itu memperkirakan Bitcoin bisa menembus US$200.000 pada Desember 2025. Menurut analis Standard Chartered, arus masuk ETF yang konsisten, rata-rata US$500 juta per minggu akan menjadi katalis utama yang mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin mendekati US$4 triliun.

Selain itu, pelemahan dolar AS dan meningkatnya likuiditas global juga dinilai menciptakan kondisi ideal untuk terulangnya reli parabolis seperti yang terjadi pada periode 2020–2021.

VanEck: Proyeksi US$180.000 Didukung Efek Halving

Manajer aset VanEck menargetkan harga Bitcoin mencapai US$180.000 pada 2025. Proyeksi itu didasarkan pada pola siklus pasca-halving, di mana pasokan Bitcoin berkurang sementara permintaan ETF meningkat. VanEck mencatat bahwa harga Bitcoin cenderung mencapai puncaknya antara 365 hingga 550 hari setelah halving.

Hingga awal Oktober ini, sudah 533 hari berlalu sejak halving terakhir pada April 2024, menempatkan Bitcoin dalam “zona historis” untuk reli besar. Saad Ahmed, Head of APAC Gemini, menambahkan bahwa siklus empat tahunan Bitcoin kemungkinan masih akan berlanjut hingga 2026.

“Siklus ini lebih digerakkan oleh emosi investor daripada perhitungan matematis murni,” ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan