
Inovasi QRIS-TAP yang Mencoba Memperluas Akses ke Perangkat Apple
Bank Indonesia (BI) terus berupaya memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di Indonesia, khususnya melalui inovasi QRIS-TAP. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BI untuk mempercepat transisi menuju ekonomi digital yang lebih efisien dan inklusif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
QRIS-TAP adalah inovasi terbaru dalam ekosistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang menggunakan teknologi near field communication (NFC). Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi tanpa perlu membuka aplikasi, cukup dengan menyentuh perangkat pada alat pembaca. Hal ini membuat proses pembayaran lebih cepat dan praktis.
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Himawan Kusprianto, mengungkapkan bahwa BI sedang menjajaki kerja sama dengan Apple agar penggunaan QRIS-TAP dapat diperluas ke perangkat iPhone. Ia menjelaskan bahwa iPhone memiliki teknologi NFC, sehingga secara teknis kemungkinan untuk mengintegrasikan QRIS-TAP ada.
“Kita baru mau mencoba juga sama seperti Arab Saudi, baru mau mencoba. Jadi kita coba deketin Apple Indonesia. Ini ada nggak possibility? gitu ya untuk membuka. Karena Apple itu sebenarnya bisa NFC-nya,” ujarnya dalam pelatihan wartawan BI.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa kebijakan internasional Apple saat ini belum membuka akses untuk Indonesia. Hal ini menjadi tantangan bagi BI, yang terus berusaha melakukan penjajakan dan komunikasi dengan pihak Apple.
Himawan menambahkan bahwa jika penggunaan QRIS-TAP semakin masif dan sukses, hal tersebut mungkin menjadi insentif bagi Apple untuk membuka akses di Indonesia. Namun, jika tidak terwujud, bukan tidak mungkin masyarakat akan beralih sepenuhnya ke perangkat Android, meskipun alasan pasti di balik kebijakan Apple masih belum diketahui.
Ia mengakui bahwa banyak segmen masyarakat Indonesia, termasuk dirinya sendiri, menggunakan produk Apple. Meski saat ini belum dapat menggunakan QRIS-TAP, ia menegaskan bahwa BI terus berupaya menjalin komunikasi dan melakukan pertemuan dengan Apple.
“Tapi Kita coba Terus kita coba Mulai bertemu Dengan Apple,” jelasnya.
Penggunaan QRIS-TAP Hanya untuk Ponsel Android
Sejak pertama kali diluncurkan pada 14 Maret 2025 lalu, layanan QRIS-TAP hanya dapat digunakan di ponsel Android. Meskipun iPhone terbaru sudah memiliki teknologi NFC, perangkat tersebut masih belum bisa menggunakan QRIS-TAP karena Apple belum memberikan izin.
Alasan utamanya adalah karena QRIS-TAP baru tersedia untuk perangkat berbasis Android. Selain itu, Apple memiliki kebijakan ketat terkait akses sistem pembayaran pada perangkatnya. Hal ini membuat pengguna iPhone tidak bisa menikmati fitur QRIS-TAP hingga ada perubahan kebijakan dari Apple.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Pengembangan QRIS-TAP menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. Dengan adanya teknologi NFC, transaksi digital akan menjadi lebih mudah dan aman. Namun, tantangan utama tetap terletak pada koordinasi antara lembaga keuangan, penyedia layanan, dan produsen perangkat keras.
Meski ada kendala dalam mengakses iPhone, BI tetap optimis bahwa kerja sama dengan Apple dapat terwujud di masa depan. Dengan komunikasi yang intensif dan pendekatan yang tepat, peluang untuk memperluas penggunaan QRIS-TAP ke seluruh kalangan masyarakat menjadi lebih besar.
Dalam waktu dekat, BI akan terus memantau perkembangan teknologi dan kebijakan dari Apple, serta mencari solusi yang dapat menguntungkan semua pihak. Dengan demikian, penggunaan QRIS-TAP dapat semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.