Bank Indonesia Catat Peningkatan Mencolok Uang Primer, Tembus Rp 2.117,6 Triliun

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Bank Indonesia Catat Peningkatan Mencolok Uang Primer, Tembus Rp 2.117,6 Triliun

Pertumbuhan Uang Primer di Indonesia pada Oktober 2025

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted pada Oktober 2025 sebesar 14,4 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Angka ini menunjukkan tren positif yang terus berlanjut dari bulan sebelumnya, yaitu pertumbuhan sebesar 18,6 persen (yoy), dengan total nilai mencapai Rp 2.117,6 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan uang primer ini didorong oleh kenaikan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 27,1 persen (YoY) serta uang kartal yang diedarkan sebesar 13,4 persen (YoY). "Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted)," kata Denny pada Jumat (7/11).

Perkembangan Uang Primer dan Pengaruh Kebijakan Moneter

Uang Primer (M0) Adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas. Sejak Januari 2025, BI melakukan penyesuaian perhitungan M0 adjusted untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan uang primer dan pengaruh dari kebijakan likuiditas.

Berdasarkan catatan BI, uang primer pada September 2025 tumbuh 18,6 persen (YoY), meningkat tajam dibandingkan Agustus 2025 yang hanya 7,3 persen (YoY). Total M0 pada kala itu mencapai Rp 2.152,4 triliun, dipengaruhi oleh lonjakan giro bank umum di BI adjusted sebesar 37 persen (YoY) dan uang kartal sebesar 13,5 persen (YoY).

Perkembangan Bulanan Uang Primer

Sementara pada Agustus 2025, uang primer tercatat tumbuh 7,3 persen (YoY) dengan total Rp 1.961,3 triliun. Kenaikan ini disebabkan oleh pertumbuhan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,1 persen (YoY) dan giro bank umum di BI adjusted sebesar 8,7 persen (YoY). Sebelumnya, pada Juli 2025, uang primer tumbuh 7 persen (YoY) dengan nilai Rp 1.925,4 triliun, juga dipengaruhi oleh kenaikan uang kartal dan giro bank umum.

Berikut adalah perkembangan bulanan uang primer sepanjang 2025:

  • Juli 2025: Tumbuh 7 persen (YoY) dengan total nilai Rp 1.925,4 triliun.
  • Dipengaruhi oleh kenaikan uang kartal dan giro bank umum di BI adjusted.
  • Agustus 2025: Tumbuh 7,3 persen (YoY) dengan total nilai Rp 1.961,3 triliun.
  • Didorong oleh pertumbuhan uang kartal sebesar 12,1 persen (YoY) dan giro bank umum di BI adjusted sebesar 8,7 persen (YoY).
  • September 2025: Tumbuh 18,6 persen (YoY) dengan total nilai Rp 2.152,4 triliun.
  • Dipengaruhi oleh lonjakan giro bank umum di BI adjusted sebesar 37 persen (YoY) dan uang kartal sebesar 13,5 persen (YoY).
  • Oktober 2025: Tumbuh 14,4 persen (YoY) dengan total nilai Rp 2.117,6 triliun.
  • Didorong oleh kenaikan giro bank umum di BI adjusted sebesar 27,1 persen (YoY) dan uang kartal sebesar 13,4 persen (YoY).

Kesimpulan

Pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted di Indonesia terus menunjukkan tren positif, terutama setelah adanya penyesuaian perhitungan oleh Bank Indonesia. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan giro bank umum dan uang kartal yang diedarkan. Dengan adanya kebijakan likuiditas yang diterapkan, BI berupaya untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dinamika uang primer dalam perekonomian nasional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan