Bank Indonesia Tegal Buka Dua Titik Penukaran Uang untuk Serunai 2025

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Bank Indonesia Tegal Buka Dua Titik Penukaran Uang untuk Serunai 2025
Bank Indonesia Tegal Buka Dua Titik Penukaran Uang untuk Serunai 2025

Semarak Rupiah di Tegal Jelang Natal dan Tahun Baru

Bank Indonesia Tegal menggelar kegiatan Semarak Rupiah dalam rangka memenuhi kebutuhan uang menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Kegiatan ini diberi nama Serunai 2025, yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 23 Desember 2025. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar serta meningkatkan literasi masyarakat tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Dalam kegiatan Serunai 2025, Bank Indonesia Tegal menyiapkan uang sebesar Rp1 miliar, yang merupakan peningkatan sebesar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Teguh Triyono, menjelaskan bahwa pihaknya membuka dua titik lokasi layanan penukaran uang dengan menyediakan 100 paket per titik di Kota dan Kabupaten Tegal.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Lokasi layanan penukaran uang tersebut berada di Gereja Hati Kudus Kota Tegal dan Gereja Katolik Paroki Santa Maria Immaculata Slawi. Melalui layanan ini, masyarakat dapat melakukan penukaran uang rupiah di lokasi yang telah ditetapkan, sekaligus mendapatkan edukasi tentang pentingnya merawat rupiah, menggunakannya dengan bangga, dan bijak bertransaksi.

Teguh Triyono menambahkan bahwa Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan mengenali ciri keaslian uang rupiah melalui 3D yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Merawat uang Rupiah yang dimiliki dengan baik melalui 5J yaitu Jangan dilipat, Jangan diremas, Jangan dicoret, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi. Bangga Rupiah karena rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa. Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Khusus kegiatan Serunai 2025 yang digelar Bank Indonesia Tegal terselenggara pada satu hari tanggal 16 Desember di dua titik. Satu paket penukaran terdiri dari pecahan Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Satu orang dibatasi hanya boleh menukar satu paket saja.

Dukungan dari Komunitas Gereja

Pastor Paroki Santa Maria Immaculata Slawi, Romo Joseph Ohoiledwarin MSC, menuturkan bahwa kegiatan penukaran uang sangat membantu dan mendapat dukungan penuh dari jemaat. Banyak jemaat yang datang ke lokasi, bahkan antrean sampai mengular di halaman Gereja Katolik Paroki Santa Maria Immaculata Slawi Kabupaten Tegal. Menurut Romo Joseph, mayoritas yang datang menukarkan uang merupakan jemaat Gereja namun ada juga yang dari masyarakat umum. Namun tetap yang diutamakan adalah jemaat Gereja Katolik Paroki Santa Maria Immaculata Slawi.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Tegal atas inisiatif mengadakan penukaran uang di tempat kami karena sangat membantu. Kegiatan ini sangat baik, sekali lagi saya ucapkan terima kasih," tutur Romo Joseph.

Jemaat Gereja yang menukarkan uang, Bonivasius Sutrisno, bercerita bahwa kegiatan penukaran uang jelang Natal tahun 2025 yang berlangsung di Gereja Maria Immaculata Slawi baru pertama kali terselenggara. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah terselenggara sehingga jemaat sangat antusias dan menyambut baik kegiatan penukaran uang.

Sutrisno mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Tegal atas inisiatif mengadakan penukaran uang di halaman gereja. "Baru pernah ada layanan penukaran uang di Gereja Maria Immaculata Slawi. Saya menukarkan uang satu paket senilai Rp5 juta, terdiri dari pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu, Rp20 ribu, Rp10 ribu dan Rp5 ribu. Rencananya saya gunakan untuk santunan anak yatim ada juga untuk keperluan gereja. Harapannya jelang Natal tahun depan bisa terselenggara lagi layanan penukaran uang karena sangat membantu," imbuh Sutrisno.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan