
Rencana Pembagian Dividen Interim Bank Mandiri Tahun 2025
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengumumkan rencana pembagian dividen interim kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Pembagian dividen ini sebesar Rp 100 per lembar saham, dengan total nilai mencapai Rp 9,3 triliun. Angka ini didasarkan pada jumlah saham beredar yang mencapai 9,3 miliar lembar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Senior Vice President Corporate Secretary Group BMRI, Adhika Vista, menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari dewan komisaris pada 18 Desember 2025. “Berdasarkan persetujuan dewan komisaris atas keputusan direksi, perseroan akan membagikan dividen interim,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 19 Desember 2025.
Adhika menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengumumkan jadwal pembagian dividen interim tersebut. Ia juga memastikan bahwa pembagian dividen ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap operasional BMRI. “Tidak memberikan dampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, dan kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha,” katanya.
Kinerja Keuangan Hingga Kuartal III 2025
Hingga kuartal III 2025, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 37,7 triliun. Angka ini sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 42 triliun.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tumbuh sebesar 4,9 persen year on year atau mencapai Rp 78,3 triliun. Pendapatan non-bunga juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,97 persen year on year atau mencapai Rp 33,2 triliun.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa dari sisi pendapatan, Bank Mandiri mencatatkan kinerja yang baik. “Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri tumbuh sebesar 4,79 persen year on year hingga mencapai Rp 112 triliun,” ucap Novita dalam konferensi pers daring Paparan Kinerja Kuartal III 2025 Bank Mandiri, Senin, 27 Oktober 2025.
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Selain dari sisi pendapatan, Novita melaporkan bahwa pertumbuhan kredit Bank Mandiri hingga akhir September mencapai Rp 1.764 triliun atau tumbuh 11 persen year on year. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perbankan nasional yang hanya tumbuh 7,7 persen year on year.
“Pertumbuhan kredit yang baik tersebut didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau dana masyarakat yang kuat,” kata Novita. Sampai dengan akhir September 2025, DPK Bank Mandiri tercatat mencapai Rp 1.884 triliun atau tumbuh 13 persen year on year.
Selain itu, penyaluran kredit konsolidasi turut didorong oleh posisi pertumbuhan kredit wholesale dan kredit retail. Adapun kredit wholesale tumbuh 14,7 persen year on year atau mencapai Rp 982 triliun. Sementara kredit retail tumbuh 4,58 persen year on year atau mencapai Rp 403 triliun.
Kondisi Aset dan Pendapatan Operasional
Total aset Bank Mandiri per September mencapai Rp 2.563 triliun. Kemudian, pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) Bank Mandiri tercatat sebesar Rp 61,9 triliun per September 2025.
Anastasya Lavenia berkontribusi dalam penulisan artikel ini.