Bank Mandiri Salurkan Pinjaman untuk 16 Debitur MBG di Jawa Barat

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 32x dilihat
Bank Mandiri Salurkan Pinjaman untuk 16 Debitur MBG di Jawa Barat


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berpartisipasi dalam pemberian pinjaman untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Jawa Barat, bank ini telah menyalurkan dana sebesar Rp24 miliar kepada 16 debitur pada tahun 2025.

Rincian dari jumlah tersebut adalah 5 debitur yang berasal dari penyelenggara MBG skala kecil dan menengah dengan total baki debit sebesar Rp13 miliar. Sementara itu, terdapat 11 debitur lainnya yang berada di skala mikro dengan baki debit mencapai Rp11 miliar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Regional CEO Bank Mandiri Region 6/Jawa 1, Nila Mayta Dwi menjelaskan bahwa pemberian fasilitas pembiayaan ini ditujukan bagi mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang sudah memiliki perjanjian kerja sama (PKS) untuk MBG. Menurutnya, ada banyak potensi pembiayaan yang bisa dimanfaatkan dari pelaksanaan program tersebut.

  • Pembiayaan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
  • Pembiayaan pegawai
  • Pembiayaan pemasok bahan baku

Nila mengungkapkan bahwa setiap SPPG yang ada akan dibiayai oleh Bank Mandiri, termasuk biaya pegawai dan pemasok bahan baku. Hal ini disampaikannya saat Media Gathering Bank Mandiri di Bandung, Jawa Barat, pada Senin (8/12).

Selain MBG, Bank Mandiri juga turut serta dalam beberapa program pemerintah lainnya. Beberapa di antaranya adalah program 3 juta rumah, kredit usaha alat mesin dan pertanian (alsintan), serta kredit industri padat karya (KIPK).

Untuk program 3 juta rumah, Bank Mandiri memberikan pinjaman kepada developer perumahan dan calon pembeli rumah. Selama Januari hingga September 2025, bank ini menyalurkan pinjaman kepada 2 developer dengan baki debit sebesar Rp6 miliar dan 1.049 debitur dengan baki debit mencapai Rp163 miliar.

Sementara itu, pembiayaan untuk kredit alsintan dan KIPK masih dalam proses atau sedang dalam pipeline. Total baki debit untuk kedua program tersebut mencapai Rp3,8 miliar.

Pemerintah mencatat bahwa hingga 5 Desember 2025, terdapat 49 juta masyarakat yang menjadi penerima MBG. BGN menargetkan jumlah penerima dapat meningkat menjadi 82,9 juta orang paling lambat pada Februari 2026. Namun, target ini tertunda dari rencana awal yang seharusnya tercapai pada Desember 2025.

Kepala BGN Dadan Hidayana menyebutkan bahwa saat ini terdapat beberapa kendala yang memengaruhi distribusi paket MBG serta proses verifikasi. Ia mengatakan bahwa gangguan tidak hanya terjadi di darat, tetapi juga di udara.

“Sekarang tidak hanya di darat, di udara pun kami sudah mulai diganggu. Ketika sistem kami diganggu, otomatis untuk verifikasi pun terganggu. Jadi kadang-kadang ada gangguan seperti itu yang memang kami sedang atasi terus,” ujar Dadan pada Senin (20/10).

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan