Bank Mandiri Siap Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

admin.aiotrade 19 Des 2025 3 menit 12x dilihat
Bank Mandiri Siap Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 1,93 triliun atau Rp 100 per saham. Dividen ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat kepada pemegang saham. Manajemen Bank Mandiri menyampaikan bahwa jadwal pembagian dividen interim akan diumumkan sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00077/01-2021 tentang perubahan ketentuan pelaksanaan pembagian dividen saham, saham bonus, dan dividen interim.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Hal ini disampaikan oleh manajemen BMRI dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Pemegang saham dapat memantau pengumuman resmi mengenai pembagian dividen melalui saluran yang telah ditetapkan.

Secara historis, Bank Mandiri dikenal konsisten dalam membagikan dividen yang cukup besar setiap tahunnya. Pada tahun buku 2024, BMRI membagikan dividen sebesar Rp 466,18 per saham, sedangkan pada tahun buku 2023 sebesar Rp 353,96 per saham. Konsistensi ini mencerminkan kinerja keuangan yang stabil dan kemampuan perusahaan dalam mengelola laba secara optimal.

Hingga kuartal III 2025, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 37,7 triliun, mengalami penurunan sebesar 10,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 42 triliun. Meski demikian, pertumbuhan penyaluran kredit tercatat meningkat sebesar 11% secara tahunan. Penurunan laba ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal, namun manajemen tetap fokus pada pertumbuhan yang berkualitas.

“Kami fokus menjaga pertumbuhan yang berkualitas, didukung tata kelola risiko yang disiplin serta sinergi lintas segmen dan sektor untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional,” ujar Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam paparan publik virtual.

Hingga kuartal III 2025, penyaluran kredit konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp 1.764,32 triliun, tumbuh 11% secara tahunan. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kredit perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,7%. Total aset konsolidasi Bank Mandiri juga meningkat sebesar 10,3% secara tahunan menjadi Rp 2.563 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut diiringi dengan kualitas aset yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross bank only tercatat sebesar 1,03%, dengan coverage ratio yang solid di level 271%. Hal ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit dan pengelolaan risiko secara efektif.

“Kami melihat sektor padat karya, industri berorientasi ekspor, serta industri makanan dan minuman masih menjadi motor pertumbuhan utama. Kredit di sektor-sektor ini memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja dan daya beli masyarakat,” kata Novita.

Bank Mandiri terus berkomitmen untuk mendukung perekonomian nasional melalui berbagai inisiatif dan strategi yang berkelanjutan. Dengan basis aset yang kuat, pertumbuhan kredit yang positif, serta pengelolaan risiko yang baik, perusahaan siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan