Bank Mega Syariah Capai Pembiayaan Rp 9,19 Triliun Hingga Oktober 2025

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 17x dilihat
Bank Mega Syariah Capai Pembiayaan Rp 9,19 Triliun Hingga Oktober 2025


aiotrade.CO.ID-JAKARTA.
PT Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja yang positif hingga Oktober 2025. Hal ini terlihat dari berbagai pos keuangan yang menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sisi bisnis, penyaluran pembiayaan oleh Bank Mega Syariah mencatatkan total pembiayaan lebih dari Rp9,19 triliun pada Oktober 2025, atau tumbuh sekitar 25,8% dibandingkan Oktober 2024 (year on year / YoY). Peningkatan ini utamanya didorong oleh keberhasilan bank dalam memperluas portofolio pembiayaan, khususnya pada segmen Syariah Card yang tumbuh 114% (YoY).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, menjelaskan bahwa Bank Mega Syariah menjalankan strategi bisnis yang menitikberatkan pada pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas dan berkelanjutan. Pendekatan ini diwujudkan melalui strategi business-to-business-to-consumer (B2B2C) dengan menggarap pasar lembaga pendidikan dan kesehatan untuk menjaring dana institusi sekaligus individu di dalam ekosistem tersebut.

“Bank terus melakukan penguatan manajemen risiko, menjaga kualitas aset tetap, serta memperluas jangkauan nasabah lewat pengembangan produk dan layanan yang semakin kompetitif. Dengan langkah ini, Bank Mega Syariah berupaya meningkatkan ketahanan bisnisnya agar tetap stabil di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah,” ujar Hanie dalam siaran pers, Rabu (12/11/2025).

Di satu sisi, kepercayaan nasabah untuk menyimpan uang di Bank Mega Syariah juga meningkat. Terlihat dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Oktober 2025 mencapai sekitar Rp12,28 triliun, atau meningkat sekitar 16,9% (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hanie Dewita menjelaskan bahwa upaya peningkatan DPK dilakukan melalui berbagai inovasi produk dan optimalisasi layanan digital. Misalnya, program Tabungan Mesya Berkah yang memberikan hadiah dan reward menarik. Selain itu, bagi nasabah yang berorientasi pada perencanaan keuangan jangka panjang, Bank Mega Syariah menawarkan Tabungan Mesya Berkah Rencana Sesukanya dengan tingkat imbal hasil yang kompetitif.

“Tren penurunan suku bunga menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan khususnya dalam hal pengumpulan dana. Meski demikian, kami terus berupaya mengoptimalkan strategi penghimpunan DPK melalui inovasi produk, penguatan layanan digital, dan penawaran program-program menarik bagi nasabah, sehingga pertumbuhan dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” kata Hanie.

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan DPK tersebut, total aset Bank Mega Syariah juga ikut naik. Hingga Oktober 2025, terdapat peningkatan aset Bank Mega Syariah sehingga totalnya menjadi lebih dari Rp17,59 triliun.

Kemampuan Bank dalam menyalurkan dana secara optimal juga turut mendongkrak profitabilitas. Per Oktober 2025, Bank mencatat laba sebelum pajak sebesar lebih dari Rp201 miliar, tumbuh sekitar 2,9% (YoY).

“Dengan raihan positif di sepanjang tahun ini, Bank Mega Syariah optimistis dapat membukukan rapor positif hingga akhir tahun 2025,” pungkas Hanie.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan