Bank Muamalat Usai Selesaikan Pinjaman Bermasalah Akhir 2025

admin.aiotrade 12 Nov 2025 2 menit 25x dilihat
Bank Muamalat Usai Selesaikan Pinjaman Bermasalah Akhir 2025


aiotrade.CO.ID-JAKARTA.

PT Bank Muamalat mencatatkan peningkatan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) atau kredit macet dari 2,95% pada September 2024 menjadi 4,26% pada September 2025. Peningkatan ini terjadi seiring masih berlangsungnya proses penyelesaian pembiayaan bermasalah dari beberapa nasabah korporasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Hayunaji, Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Indonesia menjelaskan bahwa upaya-upaya penyelesaian pembiayaan yang bermasalah sedang dilakukan oleh pihak bank. Ia berharap strategi dan upaya tersebut dapat selesai pada kuartal IV 2025, sehingga akan berpengaruh pada perbaikan nilai NPF Bank Muamalat.

Segmen korporasi menjadi penyumbang terbesar terhadap kenaikan NPF Bank Muamalat. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, adanya pelunasan pembiayaan oleh nasabah korporasi besar. Kedua, masih berlangsungnya proses penyelesaian pembiayaan bermasalah untuk nasabah dengan nilai pembiayaan besar.

Meski demikian, pihak bank tetap optimistis bahwa rasio NPF dapat kembali turun pada akhir tahun seiring percepatan penyelesaian sejumlah pembiayaan bermasalah. Bank Muamalat menargetkan penyelesaian pembiayaan bermasalah dapat terealisasi secara signifikan pada akhir tahun ini. Dengan demikian, rasio NPF diharapkan dapat kembali ke level yang sama seperti posisi akhir 2024.

Untuk menjaga kualitas aset ke depan, Bank Muamalat menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, fokus menyalurkan pembiayaan baru ke segmen ritel yang memiliki kualitas baik dan jaminan memadai. Salah satu fokus utama adalah pembiayaan ritel seperti Solusi Emas Hijrah, yang memiliki kualitas baik, pricing kompetitif, dan coverage jaminan yang kuat.

Selain itu, pembiayaan korporasi tetap akan dilakukan secara selektif dengan risiko yang terukur dan dapat diterima untuk menjaga keseimbangan portofolio pembiayaan baru. Langkah berikutnya adalah memperketat monitoring terhadap nasabah dengan status lancar, terutama yang menunjukkan penurunan kemampuan usaha. Bank juga akan melakukan restrukturisasi bagi nasabah yang mengalami penurunan kemampuan bayar.

Di sisi lain, penyelesaian pembiayaan bermasalah juga terus dilakukan melalui berbagai cara, seperti pelunasan sukarela, lelang jaminan, penjualan pembiayaan kepada investor, serta langkah litigasi yang lebih agresif.

Dengan strategi tersebut, pihaknya optimistis mampu memperbaiki kualitas aset sekaligus menjaga rasio NPF tetap terkendali hingga akhir tahun.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan