Bank OCBC NISP Siapkan Buyback Rp1 Miliar untuk Gaji Karyawan

Rencana Pembelian Kembali Saham oleh PT Bank OCBC NISP Tbk.

PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal sebesar Rp1 miliar. Informasi ini disampaikan oleh perseroan dalam laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Februari 2026.

Dana yang disiapkan untuk aksi korporasi ini mencapai paling banyak Rp1.000.000.000, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lain yang terkait. Buyback saham ini dilakukan sebagai bagian dari pemberian remunerasi variabel atas kinerja tahun buku 2025 kepada manajemen dan karyawan perseroan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum.

Pembelian kembali saham ini juga mengacu pada POJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka. Pelaksanaannya akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi adalah perseroan dan pemegang saham publik. Hubungan antara pihak-pihak tersebut dikategorikan sebagai pihak ketiga. Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan buyback ini tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. OCBC NISP menyatakan memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk membiayai transaksi tersebut bersamaan dengan kegiatan usaha berjalan.

Kinerja Saham OCBC NISP

Saham Bank OCBC NISP mengalami penguatan pada perdagangan Selasa (25/2). Hingga pukul 11.47 WIB, saham NISP tercatat naik 0,32% atau 5 poin ke level Rp1.555 per saham. Berdasarkan data perdagangan, saham NISP dibuka di level Rp1.555 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp1.560 serta terendah Rp1.545. Posisi tersebut sedikit di atas harga penutupan sebelumnya di Rp1.550.

Secara valuasi, kapitalisasi pasar Bank OCBC NISP tercatat sekitar Rp35,32 triliun dengan price to earnings (P/E) ratio sebesar 7,06 kali. OCBC NISP juga menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) sebesar 6,82%, dengan jumlah dividen kuartalan sebesar 26,51 per saham.

Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham NISP bergerak di kisaran Rp1.195 hingga Rp1.590 per saham. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup baik dalam jangka menengah dan panjang.

Pertimbangan Investasi

Dari segi analisis teknikal, kenaikan harga saham OCBC NISP menunjukkan adanya minat investor terhadap bank yang dikenal stabil dan memiliki kinerja keuangan yang solid. Meskipun ada risiko volatilitas pasar, tren kenaikan harga saham ini bisa menjadi indikasi positif bagi para investor yang ingin mempertimbangkan investasi di sektor perbankan.

Selain itu, strategi buyback yang dilakukan oleh OCBC NISP dapat meningkatkan nilai saham secara langsung karena pengurangan jumlah saham beredar. Ini juga memberikan sinyal bahwa manajemen percaya pada kinerja perusahaan dan potensinya di masa depan.

Dengan demikian, OCBC NISP tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi investor yang mencari saham perbankan dengan prospek stabil dan pertumbuhan yang konsisten.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan