
JAKARTA, aiotrade – Bank of Singapore Limited secara resmi membeli 2,8 miliar saham PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) pada 19 Desember 2025. Transaksi ini bernilai Rp 470,4 miliar dengan harga Rp 168 per saham melalui pasar negosiasi.
Setelah transaksi ini, Bank of Singapore kini memiliki 14,03 persen saham dan hak suara di Bank Capital. Pembelian dilakukan melalui kepemilikan tidak langsung, yakni atas nama Gia Ventures Pte Ltd, yang menjadi pihak afiliasi dalam transaksi tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sebelumnya, Bank of Singapore tidak memiliki saham BACA. Dengan masuknya investor institusi asing ini, struktur kepemilikan Bank Capital berubah signifikan menjelang akhir tahun.
Meski jumlah saham yang dimiliki sudah di atas ambang batas 5 persen, Bank of Singapore menyatakan dalam laporan kepada otoritas bahwa tidak berniat mengambil alih pengendalian perusahaan. Pernyataan ini menunjukkan tidak ada rencana atau agenda menjadi pemegang saham pengendali di Bank Capital.
Sementara itu, pengendali lama, Capital Global Investama, menjual sahamnya sebanyak 2,8 miliar saham dengan harga sama Rp 168 per saham.
Manajemen Bank Capital memastikan tetap mempertahankan pengendalian dan menyatakan tidak ada rencana aktivitas korporasi besar dalam waktu dekat.
Direktur Bank Capital Indonesia, Harri Setia Budhi, pada 2 Desember 2025 memaparkan, jika tidak akan ada aktivitas dari pemegang saham tertentu.
"Perusahaan tidak memiliki rencana untuk kegiatan korporasi dalam waktu dekat termasuk rencana korporasi yang berakibat pada pencatatan saham di BEI dalam tiga bulan mendatang," ujarnya.
Bank Capital kini masih memiliki efek bersifat ekuitas (EBE) sebanyak 19,95 miliar saham yang dapat dilaksanakan. Hal ini membuka peluang bagi Bank of Singapore untuk menambah kepemilikan di masa mendatang.
Masuknya investor asing ini menjadi sentimen positif di tengah persaingan perbankan menengah. Harga saham BACA dalam sebulan terakhir naik 27,21 persen menjadi Rp 187 per saham. Pada perdagangan 24 Desember 2025, saham ini menguat 2,75 persen.
Perubahan Struktur Kepemilikan Saham
Transaksi pembelian saham oleh Bank of Singapore mencerminkan adanya pergeseran dalam struktur kepemilikan saham di Bank Capital. Sebelumnya, Capital Global Investama merupakan pemegang saham dominan, namun kini posisi tersebut sedikit bergeser setelah masuknya investor asing.
Pembelian saham ini dilakukan melalui Gia Ventures Pte Ltd, sebuah entitas afiliasi yang diperkirakan memiliki hubungan bisnis dengan Bank of Singapore. Meskipun kepemilikan saham meningkat, pihak bank menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk mengambil alih pengendalian perusahaan.
Tantangan dan Peluang di Pasar Perbankan
Dalam konteks industri perbankan, masuknya investor asing seperti Bank of Singapore memberikan tantangan baru bagi perusahaan lokal. Namun, hal ini juga bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas modal dan stabilitas keuangan.
Selain itu, peningkatan harga saham BACA selama sebulan terakhir menunjukkan bahwa investor percaya terhadap prospek Bank Capital. Peningkatan sebesar 27,21 persen dalam satu bulan menunjukkan respons positif terhadap perubahan kepemilikan saham.
Perspektif Manajemen Bank Capital
Manajemen Bank Capital menegaskan bahwa mereka tetap mempertahankan kontrol atas perusahaan. Mereka juga menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk melakukan aktivitas korporasi besar dalam waktu dekat.
Direktur Harri Setia Budhi menekankan bahwa perusahaan tidak memiliki rencana untuk melakukan aktivitas yang berdampak pada pencatatan saham di BEI dalam tiga bulan mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen lebih fokus pada stabilitas operasional daripada perubahan besar dalam struktur perusahaan.
Potensi Penambahan Kepemilikan Saham
Meskipun Bank of Singapore saat ini memiliki 14,03 persen saham, jumlah efek bersifat ekuitas (EBE) yang tersedia sebesar 19,95 miliar saham memberi ruang bagi penambahan kepemilikan di masa depan.
Ini bisa menjadi langkah strategis bagi Bank of Singapore untuk meningkatkan pengaruhnya di Bank Capital tanpa harus mengambil alih pengendalian sepenuhnya.
Kesimpulan
Kehadiran Bank of Singapore sebagai pemegang saham baru di Bank Capital menandai perubahan penting dalam dinamika kepemilikan saham. Meskipun belum ada indikasi pengambilalihan pengendalian, transaksi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk berkembang lebih pesat.
Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, masuknya investor asing seperti Bank of Singapore bisa menjadi momentum positif bagi Bank Capital.