Bank Sumut Berupaya Meningkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda
Di tengah arus transformasi digital yang semakin deras, PT Bank Sumut mengambil langkah khusus untuk memastikan generasi muda memiliki bekal finansial yang kuat sebelum terjun ke dunia yang serba cepat dan digital. Langkah ini dilakukan dengan turun langsung ke ruang-ruang edukasi, menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan guna membekali para mahasiswa dengan pemahaman yang mendalam tentang literasi keuangan.
Pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, lantai 10 Ballroom Kantor Pusat Bank Sumut berubah menjadi ruang diskusi besar. Ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara memadati ruangan dalam rangkaian Manajemen Festival V2. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bank Sumut dan HMJ Manajemen FEBI UINSU.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tema yang diusung sangat ambisius dan tepat sasaran: “Building a Financially Literate, Socially Aware, and Digitally Ready Generation Z to Face Economic Transformation.” Tema ini mencerminkan komitmen Bank Sumut untuk membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi global.
Membaca Situasi: Literasi Keuangan Masih Mengkhawatirkan
Gelaran seminar ini tidak hadir tanpa alasan. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024 dari OJK dan BPS menunjukkan angka yang mencemaskan. Tingkat literasi keuangan remaja usia 15–17 tahun hanya berada di angka 51,70%. Rendahnya pemahaman finansial ini bertemu dengan kemudahan transaksi digital, budaya pamer, serta FOMO yang merajalela.
Kombinasi ini, menurut pengamatan para pengamat ekonomi, dapat menggiring generasi muda pada pola hidup konsumtif dan rapuh secara finansial.

Mengulik Pertanyaan Penting: “Hedon? Untuk Apa?”
Bank Sumut tidak hanya memberikan angka-angka, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung melalui sesi bertajuk “Hedon? Untuk Apa?” yang menghadirkan praktisi sekaligus Key Opinion Leader, Siti Hawarina Simbolon Mulia, sebagai pembicara utama.
Di hadapan sekitar 300 mahasiswa, Siti memaparkan bagaimana perilaku impulsif, yang kerap dibungkus sebagai lifestyle modern, secara pelan-pelan menggerogoti kestabilan finansial. Ia mengajak peserta menyelami konsep pengelolaan risiko pribadi, investasi jangka panjang, dan cara memanfaatkan teknologi digital bukan sebagai alat konsumsi, tetapi sebagai instrumen pengembangan aset.
“Generasi Z harus belajar mengubah cara pandang mereka. Bukan sekadar mengejar tren, melainkan membangun masa depan,” ujarnya dalam sesi dialog.
Komitmen Nyata Bank Sumut untuk Masa Depan Generasi Muda
Dalam kata sambutannya, Suwandi, Sekretaris Perusahaan PT Bank Sumut, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan agenda seremonial yang selesai hari itu juga. Ia menyebutnya sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan generasi muda yang tahan banting di tengah perubahan global.
“Kolaborasi dengan dunia pendidikan seperti UINSU merupakan langkah penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki ketahanan finansial dan kepedulian sosial dalam setiap pilihan ekonominya,” tuturnya.
Acara ini turut dihadiri jajaran Dekanat FEBI UINSU, termasuk Dr. Marliyah, M.Ag, Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan. Kehadirannya menjadi penanda kuat bahwa institusi pendidikan pun melihat literasi keuangan sebagai kebutuhan mendesak bagi mahasiswa.
Melalui program literasi dan inklusi keuangan yang terus diperluas, Bank Sumut berharap dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia praktis. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman nyata tentang bagaimana menghadapi kompleksitas ekonomi digital.
Bank Sumut menegaskan komitmennya: tetap menjadi mitra terpercaya dalam pembangunan ekonomi daerah melalui edukasi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberi dampak luas bagi masyarakat Sumatera Utara.