Bank Super melantai di Bursa Hari Ini

admin.aiotrade 17 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Bank Super melantai di Bursa Hari Ini

Penawaran Umum Perdana Saham Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Berlangsung

PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu, 17 Desember 2025. Dalam penawaran umum yang berlangsung pada 10 hingga 15 Desember 2025, harga saham Super Bank ditetapkan sebesar Rp 634 per lembar. Pendistribusian saham ini dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dalam pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) ini, Super Bank melepas sebanyak 44.066.123 lot dengan target dana sebesar Rp 3,06 triliun. Dana hasil IPO ini akan dialokasikan sekitar 70 persen untuk modal kerja dan penyaluran kredit, sementara 30 persen sisanya digunakan untuk belanja modal yang direalisasikan bertahap pada 2026 hingga lima tahun ke depan.

Strategi Pengembangan Produk Digital

Super Bank menjelaskan bahwa belanja modal dari 30 persen dana IPO ini akan digunakan untuk mengembangkan produk perseroan, termasuk produk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran. Fokusnya adalah pada solusi digital bagi retail dan UMKM. Langkah ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, didukung oleh pengembangan teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi.

“Melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI & Data Analytics, serta peningkatan cybersecurity untuk membangun fondasi digital yang kuat, aman, dan efisien,” ujar manajemen dalam prospektus.

Persaingan di Sektor Perbankan Digital

Kehadiran Super Bank di pasar modal menambah jumlah emiten sektor perbankan digital. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat ada tujuh saham bank digital, yaitu PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYD), PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Raya Indonesia Tbk (ARGO), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).

Menurut Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, pelantikan Super Bank di bursa membuat persaingan di sektor perbankan digital semakin ketat. “IPO perbankan atau fintech menarik perhatian investor, persaingan di sektor bank digital ketat,” katanya pada Jumat, 28 November lalu.

Layanan untuk Segmen Nasabah yang Kurang Terlayani

Super Bank merupakan perusahaan yang menawarkan produk perbankan kepada berbagai macam segmen nasabah, termasuk masyarakat yang kurang terlayani secara perbankan (underbanked) dan belum terlayani (unbanked), serta usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Melalui ekosistem Super Bank, terdapat sekurang-kurangnya dua platform digital terkemuka di Indonesia, yaitu Grab dan OVO, serta kemitraan strategis dengan Emtek Group, Singtel, dan Kakao Bank.

Pertumbuhan Pesat dan Peningkatan Pengguna Aktif

Pertumbuhan Super Bank yang pesat di lanskap perbankan Indonesia didorong oleh keunggulan unik atas ekosistem yang dimiliki. Sejak peluncuran publik Juni 2024, Perseroan telah meningkatkan jumlah pengguna aktif dari di bawah 20 ribu pengguna pada April 2024 hingga sekitar 4 juta pengguna aktif per 30 Juni 2025. Jumlah itu terdiri sebagian besar oleh akuisisi nasabah melalui aplikasi Grab dan OVO.

Per 30 Juni 2025, sekitar 64,4 persen pengguna aplikasi Super Bank diakuisisi melalui Grab dan OVO. Platform mereka yang luas memungkinkan Super Bank menjangkau basis pengguna dengan frekuensi tinggi yang meluas hingga ke daerah semi-perkotaan dan pedesaan di luar kota-kota utama Indonesia.

“Dengan keberhasilan integrasi perseroan bersama Grab dan OVO, Perseroan berencana mengintegrasikan layanan ke platform mitra strategis lainnya, sehingga semakin memperluas jangkauan dan kehadiran perseroan kepada pengguna aplikasi berbasis ekosistem lainnya,” kata manajemen.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan