Bansos Jatim Tetap Berjalan Meski Anggaran Dipangkas Rp 2,8 Triliun

admin.aiotrade 27 Okt 2025 2 menit 18x dilihat
Bansos Jatim Tetap Berjalan Meski Anggaran Dipangkas Rp 2,8 Triliun

Pemerintah Jawa Timur Pastikan Bantuan Sosial Tetap Berjalan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) memastikan bahwa berbagai program bantuan sosial (bansos) tetap berjalan pada tahun 2026. Meskipun terjadi pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 2,8 triliun dari pemerintah pusat, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Restu Novi Widiani menegaskan bahwa beberapa program bansos seperti PKH Plus, ASPD, KIP Jawara dan Insentif Pilar Sosial tetap akan disalurkan tanpa mengurangi jumlah penerima maupun besaran bantuan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Bansos tetap jalan dan tidak boleh ada perubahan,” ujar Novi dalam pernyataannya pada Jumat (24/10/2025). Ibu Gubernur Khofifah telah memastikan bahwa semua program tersebut akan terus berjalan sesuai rencana.

Rincian Bansos yang Akan Disalurkan

Berikut adalah rincian bansos yang akan tetap disalurkan:

  • PKH Plus
    Sebanyak 53.750 lansia menerima bantuan sebesar Rp 2 juta per tahun, yang dicairkan dalam empat tahap.

  • ASPD
    Sebanyak 47.100 penyandang disabilitas menerima bantuan sebesar Rp 3,6 juta per tahun.

  • KIP Jawara
    Memberikan modal usaha bagi masyarakat rentan, khususnya perempuan kepala keluarga.

  • Insentif Pilar Sosial

  • Tagana: Rp 250.000 per bulan
  • TKSK: Rp 500.000 per bulan
  • Pendamping PKH: Rp 300.000 per bulan

Novi menegaskan bahwa jumlah penerima dan indeks bantuan tidak berubah. Masyarakat tidak perlu khawatir karena bansos tetap akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Program Non-Bansos Terdampak

Meskipun bansos tetap aman, beberapa program non-bansos di Dinsos Jatim terdampak signifikan akibat pemangkasan anggaran sebesar Rp 128 miliar. Beberapa contohnya adalah:

  • Jatim Sosial Care
    Penanganan kasus sosial turun dari 508 menjadi 110 kasus.

  • Pemulangan orang terlantar
    Turun dari 1.500 menjadi 260 orang.

  • Dapur umum bencana
    Turun dari 27.000 menjadi hanya 270 orang.

  • Pengadaan sandang dan obat-obatan UPT
    Dari 4 kali menjadi 1 kali setahun, tanpa alokasi obat.

  • Pemeliharaan UPT
    Tidak ada anggaran.

Novi menyampaikan bahwa meskipun anggaran terbatas, pihaknya tetap berjuang agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. “Kami tetap perjuangkan agar kebutuhan dasar masyarakat bisa tetap terpenuhi,” ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan