
BANDA ACEH, aiotrade
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di Tanah Rencong. Banyak korban terpaksa tinggal di pengungsian akibat kehilangan rumah mereka dan tertimbun lumpur. Di tengah situasi sulit ini, bantuan kemanusiaan mulai berdatangan, termasuk dari luar negeri, meskipun pemerintah Indonesia belum secara resmi membuka pintu bantuan internasional.
Bantuan Obat dari Malaysia
Beberapa hari setelah bencana, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menerima bantuan berupa obat-obatan dari kerabat asal Malaysia. Bantuan tersebut pertama kali diterima pada Sabtu (29/11/2025) dan langsung disalurkan kepada korban terdampak parah di Aceh Utara.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Relawan dari China
Tidak lama kemudian, Pemerintah Aceh juga menerima bantuan tenaga relawan dari China. Tim pendeteksi mayat ini diterima langsung oleh Mualem di Pendopo Gubernur Aceh pada Sabtu (6/12/2025). Mereka didatangkan untuk membantu mencari korban banjir bandang yang tertimbun lumpur.
Tim ini terdiri dari lima orang dengan perangkat khusus untuk mendeteksi mayat dalam lumpur. “Mereka punya alat yang sangat membantu,” ujar Mualem. Setiba di Aceh, tim ini langsung dikirim ke wilayah-wilayah yang paling terdampak seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.
Namun, setelah berlangsung selama sepekan, tim ini menghadapi kesulitan karena banyaknya tumpukan kayu yang menghalangi pencarian korban. Menurut Mualem, alasan utamanya adalah medan yang masih digenangi kayu-kayu. “Mereka kewalahan untuk menemukan mayat,” katanya saat diwawancarai awak media.
Tim pendeteksi mayat tersebut bukan berasal dari pemerintahan negara setempat, tetapi dari organisasi swadaya masyarakat (LSM) bernama Lemanga Swadaya Masyarakat. Meski begitu, bantuan mereka tetap dihargai.
Bantuan Tambahan dari Malaysia
Pada 11 Desember 2025, Mualem kembali menerima bantuan dari Malaysia. Kali ini, bantuan berupa obat-obatan sebanyak 3 ton ditambah 8 orang tenaga kesehatan. Bantuan ini berasal dari Blu Sky Rescue Malaysia dan langsung dijemput oleh Mualem di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.
Menurut Mualem, bantuan tiga ton tersebut terdiri dari 2 ton obat-obatan dan 1 ton makanan untuk anak-anak. Selain itu, perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di United Kingdom, Malaysia, dan Indonesia juga memberikan bantuan.
Apresiasi atas Bantuan Internasional
Mualem menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan solidaritas yang diberikan Upland Resources. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi bencana, semangat kemanusiaan harus menjadi landasan utama tanpa memandang latar belakang pihak pemberi bantuan.
“Kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” ujarnya.
Bantuan dari Upland Resources akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan dan mengalami dampak terparah akibat bencana hidrometeorologi. Wilayah-wilayah tersebut antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, Beutong, dan Langsa.
Pernyataan Resmi Mengenai Bantuan Luar Negeri
Sebelumnya, Mualem telah mengeluarkan pernyataan tegas mengenai bantuan asal luar negeri. Menurut dia, bantuan tersebut merupakan hal yang sah-sah saja dan tidak ada larangan demi penanganan pascabencana di Aceh.
Ia juga mengakui sempat menerima kabar adanya dugaan intervensi terkait kedatangan bantuan dari luar negeri. Namun, setelah dicek, semua lancar. “Semuanya sudah saya kroscek tidak ada, semua lancar. Mereka tolong kita, masak kita persulit, kan bodoh,” katanya.