Banyuwangi Jadi Contoh Budidaya Udang Berkelanjutan

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Banyuwangi Jadi Contoh Budidaya Udang Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Konservasi Indonesia (KI) telah meluncurkan Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi model kolaborasi pertama di Indonesia untuk memperkuat tata kelola sektor udang, yang merupakan komoditas penting nasional.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi udang Indonesia mengalami peningkatan dari 863.118 ton pada 2019 menjadi 941.646 ton pada 2023 dalam lima tahun terakhir. Meskipun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan besar seperti serangan penyakit dan keterbatasan pasokan energi di kawasan budi daya. Selain itu, hambatan nonteknis seperti perizinan dan fluktuasi harga juga menunjukkan kebutuhan untuk pembenahan tata kelola secara terintegrasi.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budi Daya, Cahyadi Rasyid, menyampaikan bahwa akselerasi produksi harus sejalan dengan perlindungan ekosistem. Ia menilai Banyuwangi memiliki kapasitas untuk menjadi contoh nasional dalam transformasi industri udang.

Tantangan dan Peluang Ekspor Udang ke AS

Meski ada kasus kontaminasi zat radioaktif, nilai ekspor udang Indonesia ke AS tetap tumbuh. Pemerintah juga telah membuka kembali ekspor udang ke AS dan siap menyediakan 200 kontainer. Untuk memastikan kualitas udang Indonesia, pemerintah membangun 4 laboratorium yang bertujuan memastikan udang bebas dari zat radioaktif.

Cahyadi menekankan bahwa Banyuwangi memiliki keunggulan sosial dan kelembagaan yang kuat, mulai dari jejaring pembudi daya hingga komitmen pemerintah daerah. Kombinasi ini menjadikan Banyuwangi lokasi tepat untuk merumuskan pendekatan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Struktur Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan

Tim Pelaksana Budi Daya Udang Berkelanjutan dipimpin oleh Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi. Struktur tim terdiri dari delapan komisi atau peran, antara lain:

  • Bidang konservasi
  • Industri dan komunitas
  • Pasar dan rantai pasok
  • Regulasi dan perizinan
  • Sumber daya manusia
  • Kesejahteraan
  • Teknologi dan inovasi budi daya
  • Edukasi dan pariwisata

Senior Ocean Program Advisor KI, Victor Nikijuluw, menilai penguatan praktik budi daya yang berwawasan lingkungan perlu dipercepat. Menurutnya, selama lima tahun terakhir, KI telah menjalankan berbagai inisiatif perbaikan kawasan budi daya udang di Banyuwangi. Program tersebut menunjukkan hasil positif, baik dalam peningkatan produktivitas maupun pemulihan fungsi ekologis kawasan, salah satunya restorasi mangrove di tambak tradisional.

Victor menambahkan, skema pembentukan tim pelaksana disusun berdasarkan riset dan pendampingan dari KI kepada petambak serta kolaborasi dengan perguruan tinggi. Selama pengamatan dan riset, KI menghasilkan arah jangka panjang yang bukan hanya dokumen, tetapi panduan kerja kolektif untuk industri udang berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas tambak rakyat.

Implementasi Kebijakan dan Peluang Pembangunan

Sebagai tindak lanjut dari rekomendasi teknis yang telah disusun, KI menegaskan bahwa implementasi kebijakan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi membawa peluang nyata bagi percepatan pembangunan sektor perikanan budi daya di Banyuwangi.

Menurut estimasi awal, penerapan mandat dan tugas Tim Pelaksana secara menyeluruh berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lokal sekaligus mendorong transformasi menuju budi daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menyatakan bahwa peta jalan akan diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah, termasuk tata ruang pesisir, perizinan, dan pengawasan mutu, untuk memastikan produktivitas dan kelestarian berjalan beriringan melalui inovasi teknologi dan penataan kawasan.

Peluncuran tim pelaksana ini diharapkan menjadikan Banyuwangi sebagai model nasional perudangan modern yang adaptif dan berkelanjutan, dengan skema komprehensif dan struktur koordinasi yang kuat guna mewujudkan industri udang yang lebih sehat, efisien, dan inklusif.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan