
Banyuwangi Meraih Penghargaan Nasional dalam Inovasi Branding
Banyuwangi berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Kabupaten Terbaik I Kategori Best Smart Branding Innovation di Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan strategi promosi yang inovatif dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan daya saing ekonomi serta sosial wilayah tersebut.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Teknologi Pemerintahan Digital Kemkomdigi, Myra Tayyiba, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, pada malam penganugerahan di Jakarta, Sabtu (8/11/2025). Dalam ajang tersebut, Banyuwangi berhasil mengungguli Kabupaten Sleman dan Kabupaten Badung yang juga masuk nominasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Membangun Citra Banyuwangi dengan Kolaborasi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, keberhasilan smart branding Banyuwangi merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh pihak, termasuk pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh warga Banyuwangi dan pelaku usaha yang telah bersama-sama mempromosikan daerah ini. Penghargaan ini bukti bahwa kolaborasi membawa hasil positif,” ujar Ipuk.
Brand “Majestic Banyuwangi” sebagai Inovasi Berkelanjutan
Wakil Bupati Mujiono menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap keberhasilan Banyuwangi membangun citra daerah melalui brand “Majestic Banyuwangi”, yang berfokus pada inovasi berkelanjutan di sektor pariwisata.
Salah satu kunci suksesnya adalah konsistensi penyelenggaraan Banyuwangi Festival, yang setiap tahun menghadirkan puluhan hingga ratusan agenda budaya dan wisata. Festival ini terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menarik investasi.
“Banyuwangi Festival sudah menjadi ikon budaya dan pariwisata utama yang berdampak langsung pada ekonomi daerah,” kata Mujiono.
Beberapa agenda unggulan Banyuwangi bahkan telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, seperti Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).
Selain itu, Tour de Banyuwangi Ijen 2025 menjadi satu-satunya ajang balap sepeda di Indonesia yang masuk dalam kalender resmi Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI).
“Banyuwangi kini dikenal luas sebagai daerah sport tourism dengan event internasional yang konsisten,” tambah Mujiono.
Program Smart Kampung untuk Layanan Publik Berbasis Digital
Tak hanya fokus pada promosi wisata, Banyuwangi juga memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan layanan publik. Melalui program Smart Kampung, pemerintah daerah mendorong digitalisasi layanan hingga ke tingkat desa.
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Banyuwangi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa penilaian ISNA dilakukan melalui riset komprehensif dengan melibatkan survei publik, data dari berbagai instansi, serta analisis terhadap inovasi dan masterplan smart city.
“Aspek yang dinilai meliputi dampak positif bagi masyarakat, kemitraan, adopsi teknologi, hingga kreativitas dan keunikan branding daerah,” ujar Budi.
Kesimpulan
Banyuwangi telah membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya memberikan dampak positif bagi wisata, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik. Penghargaan ISNA 2025 menjadi bukti nyata dari upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menciptakan kota yang lebih maju dan berkelanjutan.