
Banyuwangi Capai Surplus Beras dan Jagung pada Tahun 2025
Banyuwangi mencatatkan capaian luar biasa dalam produksi pangan pada tahun 2025. Kabupaten ini berhasil menghasilkan surplus beras sebesar 328 ribu ton dan surplus jagung sebanyak 150 ribu ton. Kepala Daerah Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor, termasuk petani, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta mitra kerja lainnya.
“Semua pihak bekerja sama dan bergotong-royong untuk mendukung serta menyukseskan swasembada pangan yang menjadi program Presiden,” ujar Bupati Ipuk dalam pernyataannya, Selasa (11/10/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Data Produksi Pangan di Banyuwangi
Data dari Dinas Pertanian Banyuwangi menunjukkan bahwa produksi beras pada Januari-Oktober 2025 mencapai 464.844 ton, meningkat dari 432.016 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kebutuhan konsumsi sekitar 136.542 ton, Banyuwangi mencatat surplus beras sebesar 328.302 ton.
Sementara itu, stok jagung juga meningkat dari 181.332 ton pada 2024 menjadi 208.673 ton pada 2025. Dengan kebutuhan konsumsi jagung sebesar 58.206 ton, tercipta surplus sebesar 150.467 ton, naik hampir 27 ribu ton dibanding tahun sebelumnya.
“Ikut berterima kasih kepada TNI, Polri, HKTI, mitra, dan seluruh petani. Semua ini hasil kerja keras bersama,” kata Ipuk.
Visi Nasional dan Peran HKTI
Dewan Pembina HKTI Jawa Timur, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, menyampaikan bahwa keberhasilan Banyuwangi sejalan dengan visi nasional dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri dan berkeadilan.
“Program pertanian Banyuwangi sangat pro-kerakyatan dan perlu terus didukung. HKTI akan terus memperjuangkan kesejahteraan petani,” ujar mantan Kapolri tersebut.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, menyatakan bahwa pihaknya akan berperan aktif mendukung program ketahanan pangan, khususnya untuk komoditas jagung, melalui pembukaan dan pengelolaan lahan tanam baru.
“Kami berkomitmen menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan,” katanya.
Pengembangan Lahan Pertanian
Lahan pertanian padi di Banyuwangi telah tertanam seluas 6.339 hektare, melebihi target awal 6.294 hektare. Untuk jagung, lahan tertanam mencapai 300 hektare dari target 697 hektare.
Selain itu, lahan pesantren telah mencapai 20 hektare dari target 25 hektare, sementara lahan kehutanan sosial sudah 82 hektare dari target 495 hektare. Pemkab juga menyiapkan tambahan 50 hektare lahan jagung baru di kawasan Green Farm, yang akan memperkuat produktivitas pangan daerah.
Teknologi Pompa Air Tenaga Surya di Green Farm
Pemilik Green Farm sekaligus Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, mengatakan kawasan tersebut kini menjadi pusat pelatihan pertanian terpadu. Area Green Farm telah menggunakan sistem pompa air tenaga surya untuk mendukung efisiensi irigasi dan keberlanjutan produksi.
“Program ini diharapkan memperkuat swasembada pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.