Komitmen Kuat untuk Memperkuat Bioekonomi di Indonesia
Jakarta – Dalam rangka memperkuat pengembangan bioekonomi di Indonesia, Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar Workshop Bioekonomi Indonesia 2025. Acara ini dilaksanakan di Jakarta pada Rabu (4/12/2025), sekaligus menjadi momen penting dalam penguatan Indonesia Bioeconomy Initiative (IBI).
Kontribusi Bioekonomi terhadap PDB yang Signifikan

Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menekankan bahwa sektor berbasis bioekonomi memiliki kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Ia menjelaskan bahwa setiap penambahan permintaan produk hayati sebesar 9% akan meningkatkan PDB sebesar 10%.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Hilirisasi produk hayati harus tetap berlandaskan kelestarian sumber daya alam,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan bioekonomi tidak hanya bertujuan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.
Pendekatan Berbasis Akar Rumput

Direktur Eksekutif KEM, Fito Rahdianto, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan bioekonomi. Ia menekankan bahwa pendekatan berbasis akar rumput menjadi kunci utama dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
“Memanfaatkan pembelajaran pilot, memperkuat teknologi tepat guna, serta memastikan hilirisasi yang adil menjadi fondasi untuk kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Fito. Ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat lokal sangat diperlukan dalam proses pengembangan bioekonomi.
Enam Langkah Strategis untuk Percepatan Pengembangan Bioekonomi

Dalam sesi diskusi workshop tersebut, enam langkah strategis percepatan pengembangan bioekonomi diungkapkan. Keenam langkah tersebut antara lain:
-
Penguatan rantai nilai lokal
Meningkatkan keterlibatan komunitas lokal dalam rantai pasok produk hayati, sehingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. -
Diversifikasi komoditas melalui dukungan teknologi
Menggunakan inovasi teknologi untuk mengembangkan berbagai jenis komoditas hayati, sehingga mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk. -
Penyediaan blended finance
Menggabungkan dana dari berbagai sumber, baik pemerintah maupun swasta, untuk mendukung proyek-proyek bioekonomi. -
Perlindungan pengetahuan adat
Menjaga dan melestarikan pengetahuan tradisional yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. -
Peningkatan kapasitas lokal
Memberikan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat lokal agar mereka dapat memanfaatkan sumber daya secara optimal. -
Penegakan regulasi lingkungan
Memastikan bahwa semua kebijakan dan program bioekonomi tidak merusak lingkungan dan tetap berlandaskan prinsip keberlanjutan.
KEM berharap, penguatan kembali IBI dapat menghasilkan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran. Lebih jauh, diharapkan hal itu mendorong terwujudnya bioekonomi berkelanjutan di Indonesia. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Indonesia mampu menjawab tantangan global sambil tetap menjaga kekayaan alam dan budaya lokal.