
Pemusnahan Barang Bukti di Labuhanbatu Selatan
Asap tipis mengepul dari halaman Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan, Kamis pagi, 16 Oktober 2025. Di sana, satu per satu barang bukti kejahatan dimusnahkan: sabu diblender, senjata tajam dihancurkan, dan barang-barang lainnya dibakar hingga tak bersisa. Pemusnahan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari penegakan hukum yang tak boleh setengah hati.
Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia berdiri bersama para pejabat lintas institusi: Kepala Kejari Victoris Parlaungan Purba, Danramil 11 Kotapinang Mayor Inf. Hendra Gunawan, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri Rantau Parapat, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB, dipandu protokol dan diiringi doa, lalu dilanjutkan laporan teknis oleh Novanema Duha, Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti. Tak lama, para pejabat menandatangani berita acara, menegaskan legalitas proses pemusnahan terhadap barang bukti dari 82 perkara pidana umum—yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).
“Kita tegaskan bahwa tidak ada ruang bagi penyimpangan barang bukti. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan hukum,” ujar AKBP Aditya saat ditemui seusai acara.
Barang bukti yang dihancurkan antara lain sabu-sabu seberat 133,11 gram netto, senjata tajam seperti parang dan kampak, hingga senapan angin dan besi fiber. Narkotika dimusnahkan dengan larutan kimia dan dibuang ke kloset, sementara senjata dan benda tajam dirusak hingga tak bisa digunakan kembali. Beberapa barang lainnya dibakar di area terbuka.
Dari 82 perkara, 53 di antaranya adalah kasus narkotika, selebihnya perkara orang dan harta benda, serta gangguan keamanan dan ketertiban umum.
Pemusnahan yang berakhir pukul 11.10 WIB itu berlangsung aman dan tertib. Bagi aparat penegak hukum, kegiatan ini lebih dari sekadar kewajiban prosedural. Ini adalah sinyal keras: keadilan tak berhenti di pengadilan, tapi harus dituntaskan hingga ke ujung bukti.
Proses Pemusnahan Barang Bukti
Proses pemusnahan barang bukti ini dilakukan dengan langkah-langkah yang sangat terstruktur. Setiap jenis barang bukti memiliki metode pemusnahan yang berbeda-beda. Misalnya, narkotika seperti sabu-sabu dimusnahkan menggunakan larutan kimia khusus dan kemudian dibuang ke saluran pembuangan. Sementara itu, senjata tajam seperti parang dan kampak dihancurkan secara manual agar tidak dapat digunakan kembali. Senapan angin dan benda-benda logam lainnya juga dirusak hingga tidak berfungsi lagi.
Selain itu, beberapa barang bukti yang tidak termasuk dalam kategori narkotika maupun senjata tajam, seperti alat-alat elektronik dan benda-benda lainnya, dibakar di area terbuka. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Partisipasi Lintas Instansi
Kehadiran para pejabat dari berbagai instansi menunjukkan komitmen bersama dalam upaya penegakan hukum. Tidak hanya aparat kepolisian dan kejaksaan, tetapi juga perwakilan dari pengadilan, dinas kesehatan, dan dinas lingkungan hidup turut serta dalam proses pemusnahan ini. Hal ini menunjukkan bahwa penegakan hukum adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas dari satu lembaga saja.
Pentingnya Pemusnahan Barang Bukti
Pemusnahan barang bukti ini memiliki makna penting dalam sistem peradilan. Pertama, hal ini memberikan kepastian hukum bahwa barang bukti yang sudah diproses secara hukum tidak akan digunakan kembali untuk tujuan yang tidak sah. Kedua, pemusnahan ini juga menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. Dengan demikian, masyarakat dapat percaya bahwa proses hukum berjalan dengan baik dan adil.
Kesimpulan
Kegiatan pemusnahan barang bukti di Labuhanbatu Selatan merupakan salah satu contoh nyata dari komitmen aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab. Melalui proses yang terencana dan terstruktur, keadilan dapat dicapai hingga ke akar masalah. Dengan demikian, masyarakat pun dapat merasa aman dan yakin bahwa hukum berjalan dengan benar dan adil.