Barbie Kumalasari Kekesal dengan Perundungan di SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 10x dilihat
Barbie Kumalasari Kekesal dengan Perundungan di SMAN 72 Jakarta

Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Keprihatinan Publik dan Peringatan dari Barbie Kumalasari

Ledakan yang terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025) siang, menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat. Kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka-luka, tetapi juga mengundang perhatian para tokoh seperti advokat dan selebritas seperti Barbie Kumalasari.

Menurut informasi yang beredar, ledakan tersebut diduga kuat dipicu oleh aksi balas dendam seorang siswa yang diduga menjadi korban perundungan (bullying). Peristiwa ini menjadi puncak dari masalah serius yang terjadi dalam dunia pendidikan, menurut pandangan Barbie Kumalasari.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Peristiwa ledakan terjadi di area masjid sekolah saat ibadah salat Jumat sedang berlangsung. Akibatnya, sedikitnya 54 siswa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik ledakan tersebut. Dugaan sementara menyebut bahwa pelaku adalah seorang siswa yang kerap menjadi korban bullying.

Barbie Kumalasari menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian ini. Ia menilai bahwa bullying sering kali dianggap sebagai hal yang biasa atau bahkan "sebuah kenikmatan" bagi pelaku. Mereka merasa superior, baik karena status ekonomi maupun sosial. Namun, bagi korban, bullying bisa menjadi beban berat yang berujung pada tindakan nekat.

“Jika benar ledakan yang terjadi di SMAN 72 itu pemicunya bullying, ini mungkin letupan dari rasa kekecewaan,” ujar Barbie Kumalasari ketika ditemui di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025) malam.

Ia menekankan dampak psikologis jangka panjang dari kasus bullying. Banyak korban yang tidak memiliki keberanian untuk melawan, akhirnya memendam masalah. Hal ini dapat membuat mereka menjadi introvert dan mengalami gangguan mental.

“Ada juga yang dia memendam jadi mentalnya kena, psikis kena, akhirnya rasa dendam itu makin muncul. Dan setelah dia dendam, dia bisa akan melakukan apa saja yang di luar dari nalar,” tambahnya.

Menurut Kumalasari, akar masalah dari bullying sering berasal dari lingkungan rumah. Pelaku bullying cenderung tumbuh dalam keluarga yang tidak harmonis, kurang kasih sayang, atau bahkan mengalami kekerasan dari orang tua.

“Kalau dari rumah sudah broken home, orang tuanya mukulin anak, orang tuanya enggak ada kasih sayang sama anak, sehingga anak ini akan tumbuh kembangnya bermasalah,” jelasnya.

“Begitu dia di sekolah, dendam-dendam dia dengan orang tua itu akhirnya akan dia lampiaskan kepada teman-teman,” tambahnya.

Kumalasari menilai solusi dari masalah bullying memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, guru, hingga negara. Ia mengimbau para siswa yang menjadi korban perundungan untuk berani melapor kepada guru, kepala sekolah, dan orang tua.

“Tipsnya adalah buat kalian, mahasiswa, anak-anak sekolah, kalau sampai di-bullying, langsung lapor kepada kepala sekolah atau minimal guru, dan langsung bercerita kepada orang tua. Jangan kalian pendam sendiri,” ujarnya.

Namun, menurut Barbie Kumalasari, peran orang tua di rumah sangat penting. Mereka harus mampu menanamkan nilai moral dan kehidupan kepada anaknya. Selain itu, peran sekolah juga menjadi sentral dalam penanggulangan bullying. Sekolah perlu memasukkan isu anti-perundungan sebagai bagian dari kurikulum dan rutin memberikan bimbingan konseling kepada siswa.

Barbie Kumalasari menyarankan kepada semua orang tua untuk memberikan pendidikan moral, agama, dan yang terpenting, kasih sayang serta komunikasi yang baik agar bisa membangun fondasi mental anak yang kuat.

“Bimbinglah anak-anak kalian sehingga menjadi anak-anak yang baik,” pesannya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan