
Jalan Cor di Jombang Ambrol Kembali, Memicu Pertanyaan Publik
Jalan cor yang terletak di ruas Cupak-Asemgede, Desa Asemgede, Kabupaten Jombang kembali ambrol setelah diguyur hujan deras. Proyek yang dibiayai dengan anggaran hampir Rp1,9 miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang ini kini menjadi sorotan publik.
“Memang rusak karena longsor. Kemarin hujan deras dan posisi tanah di bawah jalan itu tergerus,” ujar Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, pada Jumat, 24 Oktober 2025. Ia menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi disebabkan oleh kondisi alami yang tidak bisa dihindari, terutama akibat curah hujan yang tinggi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut informasi yang diperoleh, jalan cor yang ambrol tersebut merupakan proyek rigid beton yang dikerjakan pada tahun 2023. Setahun setelah pengerjaannya selesai, terjadi kerusakan kecil yang kemudian telah diperbaiki oleh pihak penyedia proyek.
“Tahun lalu memang proyek kita. Tahun 2024 sempat ada kerusakan kecil dan sudah dilakukan pemeliharaan oleh penyedia,” tambah Bayu. Meski demikian, kondisi jalan kembali rusak dalam waktu dua tahun, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas konstruksi dan pengawasan proyek infrastruktur oleh Pemkab Jombang.
Proyek pembangunan jalan cor Cupak-Asemgede dikerjakan oleh CV Ragil Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp1.886.959.767. Anggaran yang cukup besar tersebut membuat warga setempat merasa kecewa dengan kondisi jalan yang kembali ambrol.
Tanggapan Warga dan Harapan untuk Perbaikan Berkelanjutan
Warga sekitar berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang tidak hanya melakukan perbaikan darurat, tetapi juga mengevaluasi desain dan struktur jalan agar kerusakan tidak terus berulang setiap musim hujan.
Beberapa isu yang muncul antara lain:
- Kualitas bahan bangunan yang digunakan
- Teknik pengerjaan yang kurang optimal
- Pengawasan selama proses pengerjaan yang dinilai kurang ketat
Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya penanganan masalah drainase dan pengelolaan tanah di sekitar jalan agar tidak mudah tergerus saat hujan deras.
Langkah yang Diambil Pemkab Jombang
Dalam beberapa hari terakhir, Pemkab Jombang telah mengambil langkah-langkah untuk menangani kerusakan jalan. Tim teknis dari Dinas PUPR sedang melakukan survei dan evaluasi terhadap kondisi jalan. Hasil survei akan menjadi dasar bagi tindakan lebih lanjut, termasuk rencana perbaikan permanen.
Namun, masyarakat masih mempertanyakan apakah perbaikan yang dilakukan akan mampu mengatasi akar masalah atau hanya sekadar solusi sementara. Banyak yang berharap agar pihak terkait dapat belajar dari kejadian ini dan melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Kesimpulan
Kondisi jalan cor yang ambrol kembali di Jombang menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan dan kualitas konstruksi infrastruktur. Meskipun ada upaya perbaikan darurat, masyarakat menginginkan penanganan yang lebih baik dan berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh serta partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.