Baru Sehari Ditahan, Mantan Presiden Prancis Diancam Dibunuh Napi Lain

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Baru Sehari Ditahan, Mantan Presiden Prancis Diancam Dibunuh Napi Lain

Ancaman Pembunuhan terhadap Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy

PARIS, aiotrade – Nicolas Sarkozy, mantan presiden Prancis, menerima ancaman pembunuhan dari seorang tahanan di penjara La Sante, Paris. Ancaman ini terjadi hanya sehari setelah ia mulai menjalani hukuman lima tahun penjara karena kasus konspirasi pendanaan kampanye ilegal dari Libya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kantor Kejaksaan Paris mengonfirmasi bahwa mereka menerima laporan dari direktur penjara tentang video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang tahanan melontarkan ancaman terhadap kedatangan Nicolas Sarkozy ke fasilitas penjara tersebut.

“Pada 22 Oktober 2025, kantor kejaksaan Paris menerima laporan dari direktur penjara La Sante mengenai video yang beredar di media sosial, tampak direkam oleh seorang narapidana lain, di mana ia membuat ancaman atas kedatangan Nicolas Sarkozy di fasilitas tersebut,” bunyi pernyataan resmi kejaksaan kepada Reuters.

Penyelidikan dan Penggeledahan di Penjara

Sebagai bagian dari penyelidikan, tiga narapidana telah diperiksa dan dua ponsel disita dalam penggeledahan di dalam penjara. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwenang sedang memeriksa potensi pelanggaran terkait masuknya perangkat elektronik ke area penjara dengan pengawasan ketat.

Perlindungan Khusus untuk Sarkozy

Nicolas Sarkozy, yang memimpin Prancis dari tahun 2007 hingga 2012, mulai menjalani hukumannya pada Selasa (21/10/2025) setelah divonis bersalah karena berkonspirasi menggalang dana kampanye secara ilegal dari rezim Muammar Gaddafi di Libya.

Menyusul beredarnya ancaman tersebut, pemerintah memberikan pengamanan ekstra kepada Sarkozy. Ia kini dijaga oleh dua petugas bersenjata yang ditempatkan di sel terdekat untuk memastikan keselamatannya selama masa penahanan.

Langkah ini memicu protes dari serikat penjaga penjara, yang mengaku tidak diberi informasi lebih awal mengenai pengaturan keamanan tersebut. “Kami telah menghubungi administrasi penjara dan Kementerian Kehakiman untuk meminta penjelasan,” ujar Hugo Vitry, penjaga di La Sante.

Namun, Menteri Dalam Negeri Perancis Laurent Nunez membela keputusan tersebut, menegaskan bahwa Sarkozy berhak mendapatkan perlindungan khusus karena statusnya sebagai mantan kepala negara. “Ada ancaman nyata terhadap dirinya, dan perlindungan ini akan terus diberikan selama masa penahanan,” kata Nunez kepada stasiun radio Europe 1.

Upaya Hukum Masih Berjalan

Tim pengacara Sarkozy telah mengajukan permohonan pembebasan dini sambil menunggu hasil banding atas vonisnya, yang dijadwalkan akan ditinjau dalam waktu sekitar satu bulan. Mereka berharap Sarkozy bisa dibebaskan menjelang Natal tahun ini.

Adapun mantan presiden berusia 70 tahun itu secara konsisten membantah tuduhan dan menegaskan bahwa kasus ini bermotif politik.

Sorotan Terhadap Keamanan Penjara

Kasus ancaman terhadap Sarkozy ini kembali menyoroti keamanan di penjara Perancis, terutama kemampuan narapidana untuk merekam video dari dalam sel dan menyebarkannya ke media sosial. Pihak kejaksaan belum menjelaskan bagaimana ponsel tersebut bisa masuk ke area penjara dengan pengamanan tinggi seperti La Sante.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan