Pembatalan Akuisisi PSIS Semarang oleh Malut United Mengundang Kekhawatiran
Pembatalan akuisisi yang dilakukan secara sepihak oleh PT Mahesa Jenar Semarang (MJS) sebagai pemilik saham PSIS Semarang menimbulkan keguncangan di kalangan penggemar sepak bola. Pihak Malut United, yang sebelumnya menjalin negosiasi dengan PSIS Semarang, mengaku belum menerima penjelasan resmi dari pihak MJS.
Proses Negosiasi yang Hampir Selesai
Asghar Saleh, perwakilan Manajemen Malut United, mengungkapkan bahwa seluruh negosiasi yang dilakukan hampir mencapai garis akhir. Menurutnya, kedua belah pihak beberapa kali bertemu dan bersikap terbuka. Kesepakatan penting mengenai harga saham bahkan telah dicapai.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Secara prinsip, sudah tidak ada masalah. Harga sudah deal. Yang tersisa hanya teknis pembayaran," ujarnya. Draf perjanjian sudah disiapkan oleh notaris yang ditunjuk pihak Mahesa Jenar, dan pihaknya tinggal menunggu penandatanganan untuk meresmikan pemindahan saham.
Namun, tiga hari sebelum pembatalan, komunikasi mulai sulit. Asghar mengaku berkali-kali mencoba menghubungi jajaran direksi PT Mahesa Jenar tetapi tidak mendapat respons jelas. Hingga akhirnya, pesan pembatalan disampaikan melalui staf, disusul rilis publik yang ditandatangani Joni Kurnianto selaku juru bicara PT Mahesa Jenar Semarang.

Tidak Ada Penjelasan Resmi
Menurut Asghar, rilis tersebut menyebutkan bahwa pembatalan dilakukan karena tidak tercapainya titik temu pada beberapa aspek material. Ia menduga ada proses lain yang juga berjalan, dan sepertinya Mahesa Jenar bernegosiasi dengan pihak lain.
"Asghar Saleh menyatakan bahwa sikap itu tidak sejalan dengan komitmen awal ketika pihak Malut United datang ke Semarang untuk membicarakan akuisisi." Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak membawa agenda bisnis ataupun politik tertentu. Hubungan Malut United dan PSIS, ujarnya, dibangun dari kedekatan emosional sejak persaingan di Liga 2 beberapa tahun lalu.
Dampak Finansial dan Operasional
Selama proses negosiasi, pihak Malut United sempat ikut menalangi kebutuhan operasional PSIS Semarang. Mulai dari gaji pemain, pelatih, staf, biaya tandang hingga persiapan pertandingan. Totalnya sekira Rp 700 juta. "Dana itu sudah kami minta kembali dan telah dikembalikan, karena ternyata proses ini tidak dilanjutkan," katanya.
Ia menambahkan bahwa struktur tim sudah mereka siapkan mengikuti rencana awal akuisisi. Tim pelatih dibentuk, jadwal latihan disusun, hingga koordinasi dengan kepolisian terkait izin pertandingan telah dilakukan. "Semua sudah on the track, lalu mendadak dibatalkan. Kami tidak siap menerima keputusan ini," tambahnya.
Langkah Selanjutnya
Hingga pertemuan dengan wartawan, Minggu pagi, Asghar menyebut pihaknya belum menerima surat resmi apa pun dari Mahesa Jenar terkait pembatalan negosiasi. Seluruh informasi yang ia terima bersumber dari pesan pribadi, komunikasi informal, dan unggahan resmi di media sosial.
Asghar mengatakan, Malut United membutuhkan waktu 1-2 hari untuk memetakan ulang situasi dan menentukan langkah selanjutnya. "Kami reset ulang dulu. Kami perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi," katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Mahesa Jenar belum memberikan pernyataan resmi tambahan mengenai alasan pembatalan akuisisi tersebut. Ketidakpastian ini kembali menempatkan masa depan PSIS pada situasi yang serba menggantung untuk kembali ke Super league.