Batik Naga Tapa Purbalingga Kembali Hadir dengan Desain Modern

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 23x dilihat
Batik Naga Tapa Purbalingga Kembali Hadir dengan Desain Modern
Batik Naga Tapa Purbalingga Kembali Hadir dengan Desain Modern

Peluncuran Batik Naga Tapa yang Meriah di Purbalingga

Purbalingga, Jawa Tengah, kembali menorehkan sejarah dengan meluncurkan desain batik baru bernama Batik Naga Tapa. Acara peluncuran ini berlangsung meriah di Alun-alun Purbalingga dalam puncak peringatan Hari Batik Nasional bertajuk Symphony Batik Purbalingga 2025, pada Sabtu (25/10/2025) malam. Acara ini menjadi momen penting dalam pelestarian budaya lokal dan pengembangan seni batik yang kini semakin diminati.

Nuansa tradisional terasa dari setiap detail ornamen yang menghiasi lokasi acara. Kap lampu, dekorasi panggung, hingga desain area duduk dibuat menggunakan bahan bambu yang dirangkai secara apik. Cahaya lampu temaram yang menembus anyaman bambu menambah kesan hangat dan kental dengan nuansa pedesaan Jawa. Di area tempat duduk, masyarakat tampak duduk berjejer rapi. Mereka menyaksikan dengan antusias momen istimewa yang telah lama dinantikan, yakni peluncuran Batik Naga Tapa, batik khas Purbalingga yang telah ada sejak tahun 1940.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Motif legendaris itu kini terlahir kembali dengan sentuhan desain modern, menghadirkan perpaduan indah antara warisan budaya dan kreativitas masa kini. Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan bahwa pemkab akan melakukan berbagai strategi promosi agar Batik Naga Tapa dapat dikenal luas dan tetap lestari.

“Pemerintah akan terus mendorong agar proses produksi dan promosi batik ini dapat dilakukan di berbagai sektor, mulai dari ASN, perajin, pelaku usaha, hingga masyarakat,” ujarnya saat acara peluncuran.

Fahmi menambahkan, puncak peringatan Hari Batik Nasional 2025 dikemas dengan konsep berbeda, yakni memadukan karya batik lokal dengan iringan musik etnik, sehingga menciptakan suasana yang magis dan elegan. Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal penguatan kolaborasi lintas daerah di wilayah eks Karesidenan Banyumas.

“Saya bermimpi, event ini menjadi pemantik bagi bangkitnya ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Ke depan, kita bisa mensinergikan event-event budaya agar menjadi satu rangkaian destinasi wisata bersama,” harapnya.

Enam Motif Baru Naga Tapa

Sementara itu, Ketua Dekranasda Purbalingga Syahzani Fahmi M Hanif mengatakan, terdapat enam karya terbaik bertema Naga Tapa dan kreasi baru dalam lomba desain batik yang telah digelar sebelumnya sebagai rangkaian Hari Batik 2025. “Motif-motif tersebut kemudian diwujudkan menjadi kain batik percontohan dan desain busana, yang ditampilkan dalam sesi fashion show malam ini,” katanya.

Enam motif terbaik tersebut karya Ikrom Ainun, Andi Wahyudi, dan Ainur Rofik untuk kategori motif klasik, serta Karyo Gunawan, Khalia Ardarika, dan Wendro Tanjung untuk kategori motif kreasi baru. Setiap desain menunjukkan kekayaan kreativitas dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Imam Bukhori, mahasiswa UIN Saizu Kampus II Purbalingga asal Pemalang, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini. Menurutnya, banyak anak muda yang mulai lupa akan budaya, khususnya batik. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali batik kepada generasi muda.

“Saya memang suka banget sama budaya, makanya tertarik datang ke sini. Kalau ada event budaya di daerah lain, saya juga pasti datang,” ujarnya.

Imam mengaku sempat melihat berbagai desain batik di setiap stand dan ruang pameran. Namun, ia paling tertarik dengan Batik Naga Tapa. “Apalagi, yang dipakai Pak Bupati, bagus banget. Kalau nanti sudah ada di pasaran, pasti saya beli. Soalnya setiap Kamis, saya selalu berusaha pakai batik,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik, tidak hanya di kalangan orangtua, tetapi juga di kalangan anak muda dan remaja. “Saya berharap, acara seperti ini bisa menumbuhkan kecintaan memakai batik, bukan hanya di kalangan bapak-bapak dan ibu-ibu saja tapi juga di kalangan anak-anak dan remaja. Karena ini penting untuk kemajuan Kabupaten Purbalingga,” katanya.


Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan