
Purbalingga Memperkaya Warisan Budaya dengan Batik Naga Tapa
Kabupaten Purbalingga kembali memperkaya warisan budaya daerahnya dengan hadirnya batik berjudul "Batik Naga Tapa". Karya ini tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga mencerminkan semangat masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah melalui seni batik.
Batik Naga Tapa resmi diluncurkan oleh Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif pada acara Symphony Batik Purbalingga 2025 di Alun-alun, Sabtu 25 Oktober 2025. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa karya ini menjadi representasi dari nilai ekonomi dan budaya yang kini semakin diperkuat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Ini jadi simbol kearifan lokal yang kini naik kelas sebagai produk unggulan bernilai ekonomi dan budaya," ujarnya. Peresmian Batik Naga Tapa ini menjadi momen puncak dalam perayaan Hari Batik Nasional 2025 di Purbalingga.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus mempromosikan Batik Naga Tapa agar bisa lestari dan dikenal luas. Upaya ini akan dilakukan melalui berbagai sektor, termasuk partisipasi para Aparatur Sipil Negara (ASN), pengrajin, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
"Mulai dari para ASN, pengrajin, pelaku usaha, hingga masyarakat," ungkap Bupati. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelangsungan hidup batik yang memiliki nilai budaya tinggi.
Acara yang Menggabungkan Seni dan Musik Etnik
Puncak acara peringatan Hari Batik 2025 tingkat Kabupaten Purbalingga kali ini dikemas dengan inovasi baru. Acara ini memadukan mahakarya batik karya putra-putri daerah dengan iringan musik etnik yang menambah nuansa magis dan elegan.
Bupati berharap, kegiatan ini dapat menjadi titik awal penguatan kolaborasi lintas daerah di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Ia juga bermimpi bahwa event ini akan menjadi pemantik bagi bangkitnya ekonomi kreatif dan pariwisata di wilayah tersebut.
"Ke depan, kita bisa mensinergikan event-event budaya agar menjadi satu rangkaian destinasi wisata bersama,” katanya penuh optimisme.
Proses Pembuatan dan Peluncuran Batik Naga Tapa
Ketua Dekranasda Purbalingga, Syahzani Fahmi M Hanif, menjelaskan bahwa Symphony Batik Purbalingga 2025 terdiri atas dua tahapan utama. Pada tahap pra-event, digelar Lomba Desain Motif Batik Purbalingga pada 18–25 September 2025.
Sebanyak 90 peserta berpartisipasi dalam lomba ini, dan terpilih enam karya terbaik bertema “Batik Naga Tapa”. Selain itu, ada juga motif kreasi baru yang terinspirasi dari alam dan sejarah Purbalingga.
Motif terbaik itu kemudian diwujudkan menjadi kain batik percontohan dan desain busana. "Dan juga tentunya ditampilkan dalam sesi fashion show pada malam ini,” jelas Syahzani.
Acara peluncuran Batik Naga Tapa ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Dimas Prasetyahani beserta istri. Hadir pula perwakilan Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga.