Bawa Pisau dan Petasan, 2 Kelompok Warga Berkelahi di Jalan Saharjo Tebet Jaksel

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 17x dilihat
Bawa Pisau dan Petasan, 2 Kelompok Warga Berkelahi di Jalan Saharjo Tebet Jaksel
Bawa Pisau dan Petasan, 2 Kelompok Warga Berkelahi di Jalan Saharjo Tebet Jaksel

Tawuran Antarkelompok Warga di Jakarta Selatan

Pada hari Kamis (23/10/2025) petang, terjadi tawuran antar kelompok warga di Jalan Dr Saharjo, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan. Peristiwa ini menimbulkan kekacauan di tengah jalan raya hingga pengendara tidak bisa melintas. Dalam video yang diterima, terlihat dua kelompok saling menyerang dengan melemparkan batu ke arah lawan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengatakan bahwa peristiwa tawuran itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Ia menjelaskan bahwa aksi tawuran hanya berlangsung sekitar 10 menit dan setelahnya arus lalu lintas kembali lancar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Murodih, tawuran dimulai ketika warga dari Gang Manggis di RW 06 berjalan sambil membawa senjata tajam dan menyalakan petasan ke arah warga Gang Sawo di RW 09. Warga Gang Sawo kemudian melakukan perlawanan dengan melempar batu. Tak lama setelahnya, polisi tiba di lokasi dan langsung membubarkan para pelaku tawuran tersebut.

Setelah kejadian, personil Polsek Tebet melakukan patroli jalan kaki dari gang ke gang untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Sebelumnya, Tawuran juga Terjadi di Wilayah yang Sama

Sebelumnya, pada Jumat (20/6/2025) sore, tawuran antarwarga juga pecah di Jalan Dr Saharjo, perbatasan antara wilayah Tebet dan Setiabudi, Jakarta Selatan. Dalam video yang diterima, kedua kelompok warga yang terlibat tawuran berkumpul di tengah jalan hingga kendaraan tidak bisa melintas. Mereka saling melempar batu ke arah lawan dan membekali diri dengan berbagai jenis senjata tajam. Beberapa dari mereka juga terlihat membawa bambu.

Video lainnya menampilkan sejumlah pelaku tawuran sedang mengeroyok seseorang dari kelompok lawan. Korban yang tergeletak di aspal dan tampak tidak berdaya terus-menerus dianiaya secara brutal.

Kapolsek Setiabudi, Kompol Firman, mengatakan bahwa nyawa korban masih terselamatkan meski mengalami luka serius di kepala. "Untuk korban memang larinya ke Setiabudi. Korban luka di kepala, tidak tewas," kata Firman saat dikonfirmasi.

Firman menyebut bahwa aksi tawuran itu terjadi antara sesama warga Tebet, bukan Setiabudi. "Yang ribut (warga) Tebet dengan Tebet. Motif (tawuran) masih dalam penyelidikan," ujar Kapolsek.

Peristiwa Tawuran yang Berulang

Peristiwa tawuran antarwarga di wilayah Tebet dan sekitarnya terlihat sering terjadi. Hal ini menunjukkan adanya konflik yang cukup mendalam antara kelompok-kelompok warga di area tersebut. Meskipun pihak kepolisian telah melakukan upaya pembubaran dan patroli, namun tawuran tetap saja terjadi, baik dalam skala kecil maupun besar.

Beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab tawuran antarwarga antara lain persaingan antar wilayah, masalah kepentingan, atau bahkan perasaan tidak puas terhadap pengelolaan wilayah oleh pihak tertentu. Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk lebih proaktif dalam mencegah terulangnya konflik yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas lingkungan.

Upaya Pemulihan dan Keamanan

Setelah setiap peristiwa tawuran, pihak kepolisian selalu melakukan langkah-langkah penanganan darurat, seperti membubarkan pelaku, menangani korban, serta memberikan pengamanan di sekitar lokasi. Namun, hal ini tidak cukup untuk mencegah terulangnya tawuran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik, termasuk komunikasi antarwarga, sosialisasi tentang pentingnya perdamaian, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari tawuran.

Selain itu, perlu adanya kerja sama antara pihak kepolisian, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Dengan begitu, tawuran antarwarga bisa diminimalisir dan masyarakat dapat hidup dengan damai tanpa ancaman kekerasan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan