Penemuan Bayi Laki-Laki di Kerinci dengan Pesan Menyentuh
Pada hari Selasa (16/12/2025) pagi, warga sekitar Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, dihebohkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di Desa Mukai Tinggi. Kejadian ini menarik perhatian masyarakat setempat dan mengundang banyak respons dari berbagai pihak.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi ditinggalkan di pinggir jalan, sehingga memicu kekhawatiran terhadap kesejahteraannya. Pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Jendra saat melintas di wilayah tersebut. Saat itu, saksi sedang dalam perjalanan menuju kebun dan mendapati bayi tergeletak di pinggir jalan, tepatnya di sekitar SMKN 2 Kerinci.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Di lokasi penemuan, terdapat secarik kertas yang diletakkan dekat bayi tersebut. Pada kertas itu tertulis pesan, “14 Desember 2025 Dimas Sang Putra tolong dijaga anggap anak sendiri terima kasih.” Pesan ini menjadi salah satu bagian penting dalam kasus ini, karena memberikan informasi tentang nama dan tanggal lahir bayi.
Hingga kini, identitas orang tua yang diduga meninggalkan bayi tersebut masih belum diketahui. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, bayi laki-laki tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup dan segera dibawa ke Rumah Sakit Bukit Tengah untuk mendapatkan perawatan medis.
Peran Petugas dalam Penanganan Kasus
Kasi Humas Polres Kerinci, Iptu DS Sintijak, membenarkan adanya peristiwa penemuan bayi tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan kasus dilakukan oleh Polsek Gunung Kerinci. Penemuan bayi laki-laki itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Desa Mukai Tinggi, Kecamatan Siulak.
Menurut keterangan Iptu Sitinjak, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Jendra Deli, beralamat di Desa Mukai Hilir, Kecamatan Siulak. Saat itu, saksi sedang dalam perjalanan menuju kebun dan mendapati bayi tergeletak di pinggir jalan menuju area kebun, tepatnya di sekitar SMKN 2 Kerinci.
Dalam proses evakuasi, salah satu personel Polres Kerinci, Aipda Riki Ruswan, menunjukkan kepedulian dengan cara menghangatkan tubuh bayi menggunakan tubuhnya sendiri. Bayi tersebut diletakkan di dada petugas guna menjaga suhu tubuhnya tetap stabil sembari menunggu penanganan medis lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan tenaga medis di Rumah Sakit Bukit Tengah menyatakan bahwa bayi laki-laki tersebut dalam kondisi sehat. Berat badan bayi mencapai 4,2 kilogram dengan panjang tubuh 48 sentimeter. Setelah penemuan, pihak rumah sakit segera berkoordinasi dengan Polsek Gunung Kerinci.
Proses Administrasi dan Koordinasi
Polres Kerinci berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Mukai Tinggi beserta perangkat desa, serta menjalin komunikasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci untuk penanganan lanjutan dan kelengkapan administrasi. Untuk sementara, bayi tersebut dirawat dan dititipkan di Rumah Sakit Bukit Tengah Kabupaten Kerinci selama tujuh hari, sambil menunggu proses administrasi penyerahan kepada Dinas Sosial sesuai ketentuan yang berlaku.
Polres Kerinci juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait orang tua bayi tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian demi kepentingan terbaik bagi bayi dan kelanjutan penanganannya.
Respons Masyarakat dan Media Sosial
Kabar penemuan bayi ini juga ramai dibagikan sejumlah akun media sosial. Informasi yang beredar melalui unggahan akun Instagram @jambihits_id menyebutkan bahwa bayi itu pertama kali ditemukan oleh Jendra Deli, seorang petani asal Desa Mukai Hilir. Saat kejadian, Jendra tengah dalam perjalanan menuju kebunnya.
Mengetahui hal tersebut, Jendra Deli langsung membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Bukit Tengah guna mendapatkan penanganan medis awal. Peristiwa ini semakin menyentuh setelah diketahui bahwa bayi tersebut ditinggalkan bersama secarik kertas yang berisi pesan dari orang tua yang diduga sengaja meninggalkannya.

Dalam tulisan pada kertas tersebut tercantum informasi nama dan tanggal lahir bayi: “Minggu 14 Desember 2025, Nama : Dimas Sang Putra”. Selain itu, terdapat pula pesan permohonan dari orang tua bayi: “Tolong dijaga yang ketemu anak ini, anggap anak sendiri terima kasih.”
Bayi laki-laki tersebut diketahui baru berusia dua hari saat ditemukan. Setelah penemuan, pihak Rumah Sakit Bukit Tengah segera berkoordinasi dengan Polsek Gunung Kerinci. Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi, berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat, serta melaporkan kejadian ini kepada pimpinan.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci untuk penanganan lanjutan guna memastikan hak-hak bayi tetap terpenuhi. Saat ini, bayi tersebut masih dirawat dan dititipkan di Rumah Sakit Bukit Tengah selama tujuh hari sambil menunggu proses administrasi penyerahan kepada Dinas Sosial.
Penemuan bayi yang disertai pesan menyayat hati ini menyita perhatian masyarakat Kerinci. Pihak berwenang kini berupaya menelusuri keberadaan dan identitas orang tua kandung bayi yang ditinggalkan tersebut. Sebelumnya, kabar penemuan bayi ini juga ramai dibagikan di media sosial melalui akun Instagram @seputarjambi.info.
Dalam unggahan tersebut tampak seorang anggota kepolisian berada di lokasi penemuan bayi. Keterangan unggahan itu menyebutkan bahwa bayi telah mendapatkan penanganan medis. “Untuk perawatan intensif telah dievakuasi ke ruang medis terdekat dan masih dalam penanganan polisi,” bunyi keterangan unggahan tersebut, Selasa (16/12/2025).
Masih dari unggahan tersebut, dijelaskan bahwa bayi pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak pergi ke kebun, kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian untuk segera dilakukan evakuasi. “Ditemukan masih dalam kondisi hidup oleh seorang warga yang akan berangkat ke kebun,” tulis keterangan tersebut.
Saat ini, bayi tersebut telah berada dalam perawatan medis dengan lokasi penemuan di Desa Mukai Tinggi, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. “Tkp: Desa Mukai Tinggi, Kabupaten Kerinci,” demikian keterangan unggahan tersebut.