
Penemuan Bayi di Dusun Sawahan Lor, Sleman
Warga Dusun Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru berusia beberapa hari. Kejadian ini terjadi pada Minggu (26/10/2025) sekitar pukul 05.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan dalam sebuah kardus di atas kursi kayu di teras rumah warga.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa kasus ini kini sedang ditangani oleh Polsek Ngemplak. Polresta Sleman melalui Polsek Ngemplak menangani kasus penemuan seorang bayi laki-laki di Dusun Sawahan Lor, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, ujarnya.
Penemuan Awal oleh Warga
Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Hari Susanto (47) yang mendengar suara mencurigakan menyerupai tangisan anak kucing di sekitar teras rumahnya. Saat diperiksa, ia mendapati sebuah kardus di atas kursi kayu yang ternyata berisi bayi dengan penutup kepala berwarna putih.
Setelah memastikan temuan tersebut, Hari segera memanggil warga sekitar, serta perangkat dusun untuk meminta bantuan. Tak lama kemudian, bidan desa datang bersama Bhabinkamtibmas Wedomartani lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngemplak.
Tindakan Petugas dan Pemeriksaan Medis
Petugas Polsek Ngemplak kemudian datang ke lokasi dibantu oleh tim INAFIS Polresta Sleman. Mereka langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi dan membawa bayi tersebut ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk menjalani pemeriksaan medis.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan beberapa barang di dalam kardus, di antaranya: Selembar kertas bertuliskan nama bayi Alexander Piter Guslin; Surat dari orang tua bayi yang berisi permohonan maaf serta alasan menitipkan anak karena kesulitan ekonomi.
Hasil pemeriksaan tim medis RS Bhayangkara menunjukkan, tali pusar bayi telah kering, dengan berat badan 2,2 kilogram dan panjang 46 sentimeter. Kondisi bayi tampak kuning, diduga akibat kekurangan asupan ASI, namun secara umum dalam keadaan sehat dan stabil.
Proses Penyelidikan
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan orang tua bayi tersebut. Beberapa petunjuk telah ditemukan, termasuk surat dari orang tua yang menyampaikan alasan mereka meninggalkan anaknya. Namun, hingga saat ini, identitas orang tua belum dapat diketahui secara pasti.
Langkah-Langkah yang Diambil
Beberapa langkah penting telah dilakukan oleh aparat setempat untuk memastikan kondisi bayi dan mencari tahu siapa orang tuanya. Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan:
- Petugas polisi segera mengamankan lokasi kejadian dan memasang garis polisi untuk mencegah gangguan dari pihak luar.
- Bayi dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis dan memastikan kesehatannya.
- Tim INAFIS melakukan pengumpulan bukti di TKP untuk memperkuat proses penyelidikan.
- Surat dari orang tua bayi juga menjadi salah satu bukti yang sangat penting dalam kasus ini.
Harapan untuk Kepastian Identitas
Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang kehidupan dan kondisi orang tua bayi. Meski surat tersebut memberikan informasi awal, pihak berwajib masih membutuhkan data lebih lanjut untuk mengidentifikasi orang tua dan memastikan perlindungan bagi bayi tersebut.
Dengan adanya upaya intensif dari pihak kepolisian dan tenaga medis, diharapkan kejelasan bisa segera diperoleh. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan informasi apa pun yang bisa membantu proses penyelidikan.