
Kinerja Keuangan yang Menggembirakan
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalami kenaikan signifikan pada awal perdagangan hari ini, Selasa (21/10/2025). Hal ini terjadi setelah bank tersebut mengumumkan laba bersih sebesar Rp43,4 triliun untuk kuartal III/2025. Angka ini meningkat sebesar 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp41,1 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada penutupan perdagangan Senin (20/10/2025), saham BBCA naik sebesar 5% menjadi Rp7.875 per saham. Penguatan ini berlanjut pada pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.20 WIB, saham BBCA menguat sebesar 4,13% menjadi Rp8.200 per saham.
Analisis dari BRI Danareksa Sekuritas
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa laba bersih BBCA pada kuartal III/2025 sesuai ekspektasi. Meskipun terdapat kenaikan biaya operasional (CoC) karena pelemahan konsumen dan pencadangan proaktif, laba bersih yang dicatatkan oleh BBCA tetap kuat.
"BCA mencatatkan laba bersih Juli—September 2025 sebesar Rp14,4 triliun karena CoC yang lebih tinggi mengimbangi PPOP yang kuat. Net profit 9 bulan 2025 mencapai Rp43,4 triliun, naik sekitar 6% YoY sejalan dengan proyeksi kami dan konsensus," tulis analis dalam risetnya, Selasa (21/10/2025).
Manajemen BBCA juga optimis dengan pertumbuhan kredit, CASA, pendapatan biaya, dan kualitas aset yang lebih baik dalam menghadapi net interest margin (NIM) yang lebih rendah di tengah rezim suku bunga rendah.
"Kami mempertahankan peringkat Beli untuk BBCA dengan target harga yang lebih rendah sebesar Rp11.200. BBCA tetap menjadi pilihan utama kami di sektor ini dengan kualitas asetnya yang kuat."
Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan bahwa pada periode yang sama, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% year-on-year (YoY) menjadi Rp944 triliun. Kinerja ini didukung oleh ekspansi kredit yang berkualitas dan terjaganya likuiditas perseroan.
Dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK) per akhir September 2025, terdapat pertumbuhan sebesar 7% secara tahunan yang ditopang utamanya oleh pendanaan murah atau current account saving account (CASA).
Penyaluran Kredit yang Menjanjikan
Lebih terperinci, penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sektor korporasi menjadi yang tertinggi dibanding segmen lain, tumbuh 10,4% YoY mencapai Rp436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp142,9 triliun, dan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp129,3 triliun.
Pertumbuhan kredit konsumer menyentuh 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, didorong kenaikan KPR sebesar 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun.
Pertumbuhan CASA yang Kuat
Adapun, CASA BCA tumbuh 9,1% YoY mencapai Rp999 triliun. "Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 78% dalam tiga tahun terakhir," kata Hendra.
Bank Central Asia Tbk. - TradingView
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.