BBM Swasta Langka, Bahlil Negatifkan Hambatan Investasi Shell di RI

admin.aiotrade 10 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
BBM Swasta Langka, Bahlil Negatifkan Hambatan Investasi Shell di RI

Penjelasan Menteri ESDM Mengenai Investasi SPBU Swasta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyangkal bahwa pemerintah sedang menghalangi investasi dari SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo. Hal ini terjadi di tengah isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sedang berlangsung.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelumnya, beberapa SPBU swasta melaporkan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai ketidakpastian dan keberlanjutan investasi mereka di Indonesia, akibat kondisi stok BBM yang langka.

Bahlil menepis anggapan bahwa pemerintah menghambat investasi dari perusahaan-perusahaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kuota impor BBM yang diberikan kepada SPBU swasta pada tahun ini mencapai 110%.

“Kita menghargai semua investasi yang ada, tetapi swasta juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Bukan berarti kita tidak membiarkan semuanya,” ujar Bahlil saat berbicara di JCC Senayan, Jumat (10/10/2025).

Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta

Perlu diketahui, SPBU swasta tidak lagi diberikan tambahan kuota impor BBM karena pemerintah telah memberikan tambahan kuota sebesar 10% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Dengan demikian, kuota impor BBM SPBU swasta pada tahun ini mencapai 110%.

“Semuanya kita kasih, bukan tidak kita kasih. 110% itu kan harusnya sudah paten kali, kan? Jadi apanya investasi yang kita halangi?” tanya Bahlil.

Isu Kelangkaan BBM dan Solusi Pemerintah

Kelangkaan stok BBM di sejumlah SPBU swasta yang terjadi sejak akhir Agustus 2025 memicu spekulasi di pasar energi terkait stabilitas pasokan dan dinamika persaingan di sektor hilir migas.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menawarkan solusi dengan meminta SPBU swasta membeli BBM murni atau base fuel dari Pertamina. Alasannya adalah karena perusahaan pelat merah tersebut masih memiliki sisa kuota impor yang belum terpakai.

Namun, sebagian badan usaha swasta belum sepakat dengan opsi tersebut lantaran kargo base fuel yang didatangkan Pertamina disebut mengandung etanol hingga 3,5%.

Pertemuan dengan Pelaku Usaha SPBU

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, akhirnya menggelar pertemuan dengan sejumlah badan usaha SPBU, seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo.

Todotua menegaskan bahwa pemerintah terus memantau situasi investasi di sektor hilir energi, terutama setelah muncul isu pembatasan kuota impor BBM non-subsidi yang dijual oleh SPBU swasta.

“Intinya, negara harus hadir dalam mengelola kepastian investasi,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Upaya Pemerintah dalam Menyelesaikan Tantangan Pasokan BBM

Lebih lanjut, Todotua menyebut bahwa pemerintah tengah berupaya membangun forum komunikasi yang kondusif agar pelaku usaha dan Pertamina dapat mencari solusi bersama terhadap tantangan pasokan BBM di dalam negeri.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan bisa membuka jalur komunikasi yang lebih baik antara pemerintah, Pertamina, dan SPBU swasta. Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan BBM yang cukup dan stabil bagi masyarakat serta memastikan keberlanjutan investasi di sektor energi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan