
Indeks Bisnis-27 Melemah, Tapi Beberapa Saham Tetap Kuat
Indeks Bisnis-27 mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Selasa (30/12/2025). Meski demikian, beberapa saham seperti BBNI, INCO, dan AMRT masih mampu bertahan di tengah situasi pasar yang tidak menentu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ditutup melemah sebesar 0,39% ke level 553,22. Sepanjang hari, indeks bergerak dalam kisaran 550,08 hingga 556,38. Dari 27 konstituen indeks, terdapat 9 saham yang menguat, 14 saham melemah, dan 4 saham stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik sebesar 2,58%. Diikuti oleh saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang menguat 1,97%, serta saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang naik 1,80%.
Selain itu, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) juga mengalami penguatan sebesar 1,02%. Sementara itu, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 0,95%, saham Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) naik 0,90%, dan saham PT Astra International Tbk. (ASII) naik 0,37%.
Dua saham perbankan lainnya, yaitu BBCA dan BMRI, juga mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,62% dan 0,49%.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menjadi yang terbesar dalam koreksi dengan melemah 6,94%. Disusul oleh saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang turun 4,55%, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang turun 3,17%, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang turun 2,50%.
Kinerja IHSG Tahun 2025 Mengesankan
Secara keseluruhan, IHSG berhasil menunjukkan kinerja yang sangat baik selama tahun 2025. Indeks komposit ini menguat sebesar 22,13% sepanjang tahun berjalan (year to date/YtD). Selama tahun ini, IHSG mencatatkan berbagai rekor baru.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, menyampaikan bahwa rekor harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) BEI tercapai pada 8 Desember 2025 di level 8.711. Iman juga menyebutkan bahwa kapitalisasi pasar BEI telah menembus angka Rp16.000 triliun.
“Setahun ini, tercatat 24 kali all time high. Pencapaian ini bukan hanya hasil kerja dari OJK, SRO, dan Bursa, tetapi juga sumbangsih kita semua, termasuk stakeholder pasar modal,” ujar Iman dalam konferensi pers akhir tahun pasar modal di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Meskipun begitu, IHSG gagal mencapai level 9.000 yang sebelumnya diharapkan dapat tercapai. Sebelumnya, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis bahwa IHSG dapat menembus level 9.000 hingga akhir kuartal IV/2025.
Dia menilai bahwa fundamental IHSG masih kuat saat ini. Indeks komposit juga masih bertengger di rata-rata harga psikologis 8.000.
Peringatan
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.