BBTN Memimpin Penguatan Saham Bank Hari Ini

admin.aiotrade 20 Okt 2025 3 menit 11x dilihat
BBTN Memimpin Penguatan Saham Bank Hari Ini

aiotrade.app.CO.ID - JAKARTA.
Harga saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengalami kenaikan yang signifikan pada perdagangan sesi pertama awal pekan ini, Senin (20/10/2025). Peningkatan harga ini tercatat sebagai yang terbesar di antara saham-saham bank papan atas lainnya.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham BBTN melonjak sebesar 8,33% menjadi Rp 1.235. Kenaikan ini membuat BBTN melebihi performa saham-saham besar di kelompok bank milik negara seperti Danantara.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa saham bank pelat merah lainnya juga mengalami kenaikan, meskipun tidak sebesar BBTN. Contohnya, saham BBNI naik 7,63% menjadi Rp 4.090, BMRI menguat 6,42% menjadi Rp 4.310, BBRI menguat 6,29% menjadi Rp 3.720, dan BRIS yang menguat 5,95% menjadi Rp 2.670.

Selain itu, BBTN juga unggul dari saham bank swasta. Saham BBCA naik 6,33% menjadi Rp 7.975, BNGA naik 2,40% menjadi Rp 1.710, BDMN naik 1,72% menjadi Rp 2.370, BNLI naik 5,10% menjadi Rp 5.575, dan NISP naik 1,88% menjadi Rp 1.355.

Dalam sesi I hari ini, nilai transaksi saham BBTN mencapai Rp 95,06 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 78,56 juta saham. Kenaikan harga saham perbankan tersebut menjadi salah satu pendorong utama lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 155 poin atau 1,97% hingga menembus level psikologis 8.000, tepatnya berada di 8.071. Sektor keuangan menjadi penopang terbesar dengan penguatan sebesar 3,66%.

Faktor Penyebab Lonjakan Harga Saham

Menurut pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa, lompatan harga saham bank didorong oleh kombinasi optimisme penurunan suku bunga BI dan sentimen rencana investasi Danantara untuk menambah likuiditas di pasar saham. Ia juga melihat bahwa kenaikan harga saham bank besar hari ini didukung oleh valuasi saham big banks yang semakin menarik di mata investor setelah penurunan panjang.

β€œBesar sekali potensi saham big banks akan diakumulasi agresif oleh investor, apalagi IMF sempat memprediksikan perekonomian Indonesia akan bertumbuh baik tahun ini,” ujarnya.

Reli saham perbankan pada intraday sesi I hari ini, kata dia, juga didorong rotasi portofolio oleh pemodal ke saham fundamental, seperti saham bank, yang valuasinya dinilai sudah di bawah rata-rata.

Rekomendasi dan Target Harga

Samuel Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu telah merevisi naik target harga saham BBTN, seiring ekspektasi perbaikan margin bunga bersih (NIM) serta langkah manajemen menaikkan target pertumbuhan kredit tahun ini. Sentimen positif juga ditopang oleh kinerja keuangan BBTN yang solid hingga semester I/2025.

Rekomendasi saham BBTN menjadi buy dengan target harga baru Rp 1.600. Valuasi tersebut mencerminkan proyeksi PBV 2025 sebesar 0,48x. Revisi target mempertimbangkan kenaikan target pertumbuhan kredit 2025 ke 7–9% dari sebelumnya 7–8% yang didukung program FLPP dan KUR Perumahan. Sementara itu, target pertumbuhan DPK juga dinaikkan menjadi 8–10%.

Katalis utama saham BBTN datang dari pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 100 bps tahun ini yang akan menurunkan biaya dana, sehingga NIM diperkirakan tetap meningkat hingga akhir tahun. Revisi naik juga mempertimbangkan percepatan realisasi FLPP, penyaluran KUR Perumahan, serta pemulihan CASA. Tahun ini, kuota FLPP ditetapkan 350.000 unit dengan anggaran Rp 31 triliun.

Analis Samuel Sekuritas Brandon Boedhiman dan Prasetya Gunadi dalam risetnya menegaskan BBTN mencatatkan laba bersih konsolidasian Rp 802 miliar pada kuartal II-2025, tumbuh 24,9% YoY. Secara kumulatif, laba bersih semester I-2025 mencapai Rp 1,7 triliun, naik 13,6% YoY atau setara 46,2% dari target tahunan dan 52,7% dari konsensus analis.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan